80 Persen Tenaga Kerja Batang Ikuti Training di China, Bukti Transfer Teknologi di KEK Industropolis

80 Persen Tenaga Kerja Batang Ikuti Training di China
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali menegaskan perannya sebagai pusat investasi strategis yang tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

img_title Warga Tahunan Jepara Tolak Homestay FN18, Desak Pemkab Cabut Izin dan Buat Regulasi Penginapan

PT Ace Medical Products Indonesia, salah satu tenant di kawasan ini, mengirimkan 156 karyawan untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China.  

Menariknya, dari jumlah tersebut, 117 peserta atau sekitar 80 persen berasal dari Batang.

img_title Peran Sekolah Sangat Besar, Pelestarian Seni Ukir Jepara Harus Dimulai Sejak Usia Dini

Angka ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal operasional.  

HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan di fasilitas China karena seluruh sistem produksi, mesin, dan teknologi masih terpusat di sana.

img_title Menanam dari Rumah: Cara Sederhana Mewujudkan Hidup Hijau dan Berkelanjutan

“Karyawan harus memahami proses produksi secara menyeluruh, mulai dari standar operasional, sistem teknologi, hingga budaya kerja. Dengan begitu, saat pabrik di Batang beroperasi, mereka sudah siap bekerja sesuai standar global,” ujarnya.  

Materi pelatihan mencakup berbagai bidang, mulai dari operator mesin, quality assurance, teknisi, sterilisasi, pengelolaan limbah, hingga sistem manajemen material. Selain aspek teknis, peserta juga dibekali kemampuan manajerial sesuai posisi masing-masing.  

Mokhammad Bima Dewanda, warga Desa Subah, Batang, yang kini menjabat sebagai Material Control, mengaku pengalaman ini membuka perspektif baru.

Lulusan SMK N 1 Kandeman jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik itu sebelumnya bekerja sebagai teknisi instrumentasi.

“Tantangan terbesar adalah bahasa dan sistem baru seperti SAP. Tapi budaya kerja di sana sangat mendukung proses belajar. Ilmu yang saya dapat akan saya terapkan di Batang,” ungkapnya.  

Manajemen Allmed China menargetkan dalam lima tahun ke depan, operasional PT Ace Medical Products Indonesia sepenuhnya dikelola tenaga kerja Indonesia.

Setelah kembali, peserta pelatihan akan ditempatkan sesuai posisi dan menjadi mentor bagi karyawan baru melalui sistem evaluasi berkelanjutan.  

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, yang sempat meninjau langsung program ini, menegaskan bahwa investasi perusahaan ditargetkan menyerap hingga 3.500 tenaga kerja lokal.

“Ini bukan sekadar penyerapan tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kapasitas, alih teknologi, dan pembentukan etos kerja global,” katanya.  

Halaman Selanjutnya
img_title