Ketua DPRD Demak Rasakan Derita Rob Sayung, Minta Giant Sea Wall Dipercepat

Ketua DPRD Demak Zayinul Fata kunjungi korban rob
Sumber :
  • dok.pri

DEMAK, VIVA Jogja - Nasib malang nampaknya belum mau beranjak dari pundak warga di pesisir Sayung, Kabupaten Demak.

img_title Bupati Witiarso Usulkan APBD 2027 Rp2,5 Triliun, Lima Isu Strategis Jadi Prioritas

Saban hari mereka dipaksa berkawan dengan genangan air rob yang tak kunjung surut.

Giant Sea Wall jadi solusi yang harus diwujudkan.

img_title 19 Tahun Mengabdi untuk Desa, Pak Surur Dapat Perhatian Ketua DPRD Jepara

Ketua DPRD Kabupaten Demak, Zayinul Fata, kini muncul membawa secercah harapan dengan mendorong percepatan pembangunan Giant Sea Wall sebagai benteng pamungkas melawan amukan rob.

Langkah ini diambil oleh Zayinul Fata saat  turun langsung ke lapangan bersama Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) DPW PKB Jawa Tengah untuk menyapa warga Dukuh Lengkong.

img_title Kecelakaan Mengerikan di Jalur Jepara–Kudus, Pasutri Terlindas Truk Setelah Diduga Ambil Jalur Kanan

Persoalan Giant Sea Wall ini bukan sekadar proyek infrastruktur mercusuar.

Melainkan juga urusan nyawa dan martabat ribuan jiwa yang ruang hidupnya kian menyempit ditelan laut.

"Saya mencatat bahwa banjir di Desa Sayung ini telah menjadi noktah hitam dalam catatan sejarah daerah. Sebab tak terselesaikan selama berpuluh-puluh tahun lamanya," katanya yang masih membahas Giant Sea Wall.25 Februari 2026.

Kehadiran sosok Zayinul Fata di tengah kepungan air ini setidaknya memberikan sinyal bahwa elite politik masih memiliki telinga untuk mendengar rintihan rakyat di bawah.

“Selain bantuan kemanusiaan, kami terus menyuarakan dan memperjuangkan penyelesaian banjir Sayung dari tingkat daerah hingga nasional melalui program Giant Sea Wall,” tegas Zayin dengan nada bicara yang mantap.

Beliau nampaknya menyadari betul bahwa membagikan mi instan dan beras hanyalah obat penawar sesaat bagi penyakit kronis bernama banjir rob ini.

Masyarakat Sayung merindukan perubahan situasi yang radikal, di mana mereka bisa tidur nyenyak tanpa perlu khawatir kasur mereka mengambang saat dini hari tiba.

Inilah mengapa percepatan Giant Sea Wall menjadi harga mati yang harus diperjuangkan di meja-meja kekuasaan, baik di tingkat provinsi maupun di ibu kota Jakarta.

Realitas di lapangan menunjukkan pemandangan yang memilukan, di mana genangan air tetap saja tinggi meski matahari bersinar terik tanpa setetes pun hujan yang turun.

Kondisi anomali ini membutuhkan perhatian serius karena jika hujan benar-benar datang, wilayah Sayung akan berubah menjadi lautan kecil yang memutus urat nadi ekonomi warga.

Halaman Selanjutnya
img_title