Psikiater Elvine Gunawan Ajak Mahasiswa UHN Tegal Bangun Ketahanan Mental
- Viva Jogja
TEGAL, VIVA Jogja — Universitas Harkat Negeri kembali melanjutkan rangkaian Seri Kajian Ramadan bertajuk “Ramadan on Campus” dengan menggelar diskusi tentang ketahanan mental di dunia kerja.
Diskusi yang berlangsung di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri tersebut mengangkat tema “Menghadapi Krisis Ketangguhan: Membangun Ketahanan Mental di Tempat Kerja.”
Kegiatan ini menghadirkan Founder Mental Hub Indonesia sekaligus psikiater, dr. Elvine Gunawan, sebagai narasumber utama.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kajian Ramadan kampus yang sebelumnya juga menghadirkan budayawan Ahmad Tohari.
Melalui program ini, Universitas Harkat Negeri berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas ibadah ritual, tetapi juga persoalan kehidupan yang lebih luas seperti kepemimpinan, keadilan sosial, hingga kesehatan mental.
Dalam sambutannya, Sudirman Said menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh ekosistem intelektual yang hidup melalui interaksi dan kompetisi yang sehat.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang penguatan spirit, motivasi, kreativitas, dan sportivitas bagi mahasiswa,” ujarnya.
Menurutnya, literasi yang didukung dengan interaksi dan kompetisi akan melahirkan inspirasi sekaligus mendorong inovasi di kalangan generasi muda.
“Interaksi melahirkan inspirasi dan memacu kreativitas, sementara kompetisi mendorong inovasi sekaligus melatih sportivitas,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, dr. Elvine Gunawan mengajak mahasiswa memahami bahwa ketangguhan mental merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang ketika memasuki dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental bukan sekadar kondisi tanpa gangguan psikologis, tetapi keadaan ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta memberikan kontribusi bagi lingkungannya.
“Secara sederhana, kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk menyadari potensinya, menghadapi tekanan hidup secara normal, bekerja dengan produktif, dan memberi kontribusi kepada komunitasnya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa stres sebenarnya merupakan bagian alami dari kehidupan manusia.