Perang Iran–Israel Mulai Ganggu Ekspor Sarung Tegal, DPR Fikri Faqih Minta UMKM Perluas Pasar

DPR RI Abdul Fikri Faqih
Sumber :
  • Viva Kogja

TEGAL, VIVA Jogja – Konflik perang Iran–Israel mulai terasa dampaknya hingga ke aktivitas ekspor pelaku usaha di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

img_title DPR RI Abdul Fikri Faqih Soroti Ketidakpastian THR PPPK Paruh Waktu

Anggota Komisi X DPR RI, Dr H Abdul Fikri Faqih, menilai gejolak geopolitik dunia tersebut perlahan mempengaruhi rantai perdagangan global, termasuk bagi pelaku usaha daerah yang selama ini mengandalkan pasar ekspor.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bertema Strategi Media Sosial untuk UMKM yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Grand Dian Hotel Slawi, Kabupaten Tegal, Kamis 5 Maret 2026.

img_title Tegal Great Sale 2026 Diluncurkan, Bupati Tegal Dorong UMKM dan Konsumsi Masyarakat Bangkit

Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat umum yang ingin memperdalam pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk.

Fikri mengatakan banyak pihak mengira konflik Iran–Israel tidak memiliki dampak langsung terhadap daerah seperti Tegal, namun kenyataannya gangguan perdagangan sudah mulai dirasakan oleh sebagian pelaku usaha.

img_title Festival Pesta Rasa Talent Competition Riez Palace Hotel Tegal Jadi Magnet Baru

Ia mencontohkan salah satu pengusaha sarung asal Tegal yang mengalami penundaan pengiriman ekspor dalam jumlah besar ke Afrika akibat kondisi geopolitik tersebut.

“Banyak yang mengira perang Iran–Israel tidak berdampak ke Tegal, padahal kenyataannya ada. Salah satu pengusaha sarung dari Tegal kemarin sempat tertunda pengirimannya ke Afrika sebanyak 50 ribu sarung,” ujar Fikri.

Menurutnya, tertundanya pengiriman ekspor tersebut tidak hanya mempengaruhi satu perusahaan, tetapi juga berdampak pada rantai usaha yang lebih luas di belakangnya.

Ia menjelaskan bahwa sebuah industri ekspor biasanya melibatkan banyak pihak mulai dari tenaga kerja, pemasok bahan baku, hingga pelaku usaha kecil yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.

“Pengusaha sarung itu tentu memiliki karyawan dari masyarakat Tegal. Bahan bakunya juga dipasok oleh pengusaha lokal. Jadi ketika ekspor terganggu, dampaknya bisa merembet ke banyak pihak,” katanya.

Fikri meyakini kasus tersebut kemungkinan hanya sebagian kecil dari dampak yang mulai terlihat di permukaan.

Ia menduga masih ada sektor usaha lain yang ikut terdampak namun belum teridentifikasi secara jelas oleh publik.

“Saya yakin bukan hanya satu. Bisa saja industri logam atau sektor lainnya juga terdampak, hanya saja belum terdata secara pasti,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title