Ngaji Politik Gerindra Demak, Bahas Kepercayaan Publik ke Prabowo hingga MBG

Ngaji Politik DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak
Sumber :
  • Viva Jogja

DEMAK, VIVA Jogja – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Demak menggelar kegiatan Ngaji Politik dan Buka Bersama bersama jajaran pengurus partai di Kantor DPC Partai Gerindra Demak.

img_title Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kenaikan Harga Ayam dan Telur

Kegiatan ini sebagai momentum silaturahmi sekaligus diskusi mengenai perkembangan politik nasional dan berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua DPC Partai Gerindra Demak, Maskuri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai capaian dan program pemerintah kepada masyarakat, termasuk memperkuat dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo.

img_title Refocusing Program MBG Prioritaskan pada Daerah Stunting

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo saat ini cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo mencapai 79,9 persen.

“Artinya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pak Prabowo sudah melampaui ambang tertinggi, termasuk terhadap program-program kerakyatan yang dijalankan,” kata Maskuri.

img_title Viral Video Sebut MBG Haram, Pemuda Pancasila Jepara Minta Pengasuh Ponpes Al Husna Klarifikasi

Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah tentu masih terdapat sejumlah kekurangan di berbagai sektor. Namun hal tersebut dinilai sebagai pekerjaan rumah yang harus diperbaiki bersama.

“Memang masih ada beberapa kekurangan di sana-sini, tetapi itu menjadi PR yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Salah satu program yang disoroti dalam kegiatan tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maskuri menilai program tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa karena menyasar jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

“Faktanya, negara melalui Presiden Prabowo telah memberikan makan bergizi kepada anak-anak didik kita yang jumlahnya sudah mencapai sekitar 60 juta. Ini investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan mampu bersaing dengan negara lain,” jelasnya.

Ia juga menilai program MBG memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya sektor riil seperti pertanian, peternakan, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal. Mulai dari petani sayur, peternak ayam, hingga pelaku UMKM seperti pembuat tempe, tahu, roti, serta kelompok pembudidaya ikan lele.

“Sekarang telur, sayur mayur, pisang, dan berbagai produk pangan lainnya menjadi laris karena menyuplai kebutuhan MBG. Ini menunjukkan uang berputar di desa dan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title