Insiden Larangan Media di Setda Pekalongan, Plt Bupati Sukirman Minta Maaf
- Viva Jogja
PEKALONGAN, VIVA Jogja— Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menyampaikan permohonan maaf kepada awak media.
Pernyataan itu menanggapi insiden m wartawan tidak dapat meliput kegiatan pembinaan birokrasi oleh Gubernur Jawa Tengah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Sukirman setelah kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan pada Senin, 9 Maret 2026, memicu protes dari para jurnalis yang tidak diperbolehkan masuk ke ruang acara.
“Atas miskomunikasi yang terjadi tadi, kami mohon maaf kepada teman-teman wartawan. Terus terang saya juga tidak tahu persis detail teknis di lapangan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda pembinaan dari Gubernur Jawa Tengah kepada jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan di tengah situasi transisi kepemimpinan daerah.
Sukirman menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut gubernur memberikan arahan agar seluruh aparatur pemerintahan daerah tetap solid dan menjaga stabilitas birokrasi.
“Acara hari ini sebenarnya adalah pembinaan dari Pak Gubernur untuk menyatukan birokrasi di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Dalam pengarahan tersebut, gubernur juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah agar pemerintahan tetap berjalan efektif meskipun sedang menghadapi dinamika politik dan hukum.
Selain konsolidasi birokrasi, pertemuan itu juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai langkah strategis menjelang Hari Raya Idulfitri bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Beberapa isu yang dibahas antara lain rencana operasi pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.
Pembahasan lain mencakup pengaturan lalu lintas selama arus mudik serta langkah-langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa libur panjang.
“Selain itu juga dibahas persiapan menjelang Lebaran bersama Kapolres dan Dandim, seperti operasi pasar, ketertiban lalu lintas, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelas Sukirman.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Ia menekankan pentingnya percepatan perbaikan jalan, khususnya jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Pak Gubernur juga menegaskan agar jalan-jalan yang berlubang, khususnya jalan milik Provinsi Jawa Tengah, segera diperbaiki,” kata Sukirman.