Hadirkan Budiman Tanuredjo, Universitas Harkat Negeri Tegal Kaji Soal Demokrasi
- Viva Jogja
TEGAL, VIVA Jogja – Universitas Harkat Negeri kembali menggelar Seri Kajian Ramadan ke-3 bertajuk “Ramadan on Campus: Memperkokoh Peran Kampus dalam Konsolidasi Civil Society untuk Menjaga Demokrasi.”
Kegiatan akademik tersebut menghadirkan jurnalis senior Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, yang juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Kompas periode 2014–2019.
Acara diskusi publik tersebut berlangsung di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri pada Rabu, 1 Maret 2026, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam paparannya, Budiman Tanuredjo menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk kepemimpinan publik yang berintegritas menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.
Menurutnya, generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di bangku perguruan tinggi akan menjadi aktor utama dalam menentukan arah demokrasi Indonesia di masa depan.
Budiman mengingatkan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan para pendiri bangsa lahir dari situasi krisis yang menuntut keberanian intelektual dan moral.
“Generasi pendiri republik lahir dari krisis. Generasi Indonesia 2045 lahir dari kampus hari ini. Pertanyaannya, apakah mereka akan menjadi politisi biasa atau negarawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seorang negarawan tidak lahir dari situasi nyaman, melainkan dari kegelisahan intelektual serta keberanian moral untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.
Karena itu, kampus harus menjadi ruang yang memelihara tradisi berpikir kritis dan membuka ruang diskusi yang sehat bagi mahasiswa.
Menurut Budiman, demokrasi yang sehat tidak hanya bergantung pada proses pemilu, tetapi juga pada kekuatan berbagai institusi pendukung.
Ia menyebutkan bahwa supremasi hukum, sistem meritokrasi dalam kepemimpinan, kaderisasi partai politik yang sehat, serta mekanisme checks and balances merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjadi ruang independen yang mampu mengkritik kekuasaan secara objektif.
“Kampus harus berani mengkritik kekuasaan tanpa menjadi partisan, menjadi suara nurani ketika hukum dilemahkan, dan membela prinsip, bukan figur,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said dalam sambutannya menyampaikan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter mahasiswa.