PCNU Demak Santuni 700 Anak Yatim dan Gelar Ngaji Posonan Sepanjang Ramadan
- Viva Jogja
DEMAK, VIVA Jogja – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dengan menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Salah satunya dengan memberikan santunan kepada ratusan anak yatim serta menggelar pengajian kitab atau ngaji posonan.
Ketua PCNU Demak, KH Aminudin Mas’ud, mengatakan santunan kepada anak yatim dilakukan melalui Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Demak.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial NU kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim di wilayah Kabupaten Demak.
“Melalui Lazisnu kami memberikan bantuan kepada anak-anak yatim. Jumlahnya sekitar 700 anak yatim yang berasal dari berbagai MWC NU di Demak,” kata Aminudin, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan santunan tersebut juga mendapat dukungan dari pihak swasta. Dalam pelaksanaannya, program ini turut disponsori oleh perusahaan rokok Sukun yang bekerja sama melalui Lazisnu.
Tak hanya santunan, PCNU Demak juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana angin puting beliung di wilayah pesisir Kecamatan Sayung, tepatnya di Desa Timbulsloko.
Bantuan yang diberikan berupa renovasi fasilitas pendidikan keagamaan, seperti madrasah dan madrasah apung yang digunakan masyarakat setempat untuk kegiatan belajar mengajar.
“Beberapa waktu lalu terjadi musibah angin puting beliung yang cukup besar di Sayung, khususnya di Timbulsloko. Kami memberikan bantuan renovasi madrasah dan madrasah apung melalui Lazisnu,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, PCNU Demak juga menggelar kegiatan pengajian kitab selama bulan Ramadan yang dikenal dengan tradisi ngaji posonan. Kegiatan ini digelar di Kantor PCNU Demak dan terbuka bagi masyarakat.
Aminudin menjelaskan, pengajian tersebut dibagi menjadi tiga sesi selama Ramadan. Sesi pertama berlangsung pada tanggal 1 hingga 10 Ramadan, sesi kedua pada tanggal 11 hingga 20 Ramadan, dan sesi ketiga pada tanggal 21 Ramadan hingga menjelang akhir bulan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengkaji tiga kitab yang dibacakan menjelang waktu berbuka puasa. Setelah pengajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
“Tradisi ngaji posonan ini merupakan tradisi pesantren yang selalu kita hidupkan setiap Ramadan,” katanya.