5 Menit yang Panjang, Kisah Antrean Buka Puasa Gratis Alfamart di Warung Mas Afdhal Batang
- IST
BATANG, VIVA Jogja– Menjelang azan magrib di bulan Ramadan, sebuah antrean panjang mengular di depan warung Padang Sabana yang sederhana di Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Batang.
Tak ada teriakan, tak ada dorongan.
Hanya wajah-wajah lelah yang sabar menunggu giliran, berharap sekotak makanan untuk berbuka puasa.
Di balik etalase kaca, Mas Afdhal bergerak cepat.
Tangannya tak berhenti, memasukkan nasi, lauk, dan sayur ke dalam kotak makan.
Sejak pukul empat sore, ia sudah berdiri di sana.
Menyiapkan bukan sekadar makanan, tetapi juga harapan.
Lima Menit yang Singkat
Sekitar pukul 16.30 WIB, pembagian dimulai.
Antrean yang sejak tadi tertib bergerak perlahan.
Namun hanya dalam hitungan menit, semua paket habis.
“Tidak sampai lima menit,” kata Mas Afdhal pelan.
Padahal, orang-orang sudah datang sejak satu jam sebelumnya.
Menunggu dalam diam, dalam lapar, dalam harap.
Ramadan yang Berbeda
Bagi Mas Afdhal, Ramadan tahun ini terasa berbeda.
Warung masakan Padang miliknya yang biasanya melayani pelanggan harian, kini menjadi titik berbagi.
Ia menjadi bagian dari program Warteg Gratis yang digagas Alfamart, bersama WINGS Group dan Bank Aladin Syariah.
Program ini menjangkau 34 kota dan menggandeng 102 warteg.
Total 60.000 paket makanan dibagikan sepanjang Ramadan.
Namun di warung kecil itu, angka-angka terasa jauh.
Yang nyata adalah antrean.
Dan wajah-wajah yang pulang membawa makanan.
Dapur yang Menyala Lebih Lama
Di dapur sempit di belakang warung, aktivitas dimulai lebih awal dari biasanya.
Mas Afdhal memilih menu terbaik yang bisa ia sajikan.
Ia ingin setiap kotak makanan terasa layak.
Bukan sekadar gratis.
“Alhamdulillah, ini membantu usaha saya juga,” ujarnya.
Pendapatan menjadi lebih stabil.
Namun lebih dari itu, ada rasa ikut berbagi yang tak bisa diukur.
Antara Lapar dan Harapan
Seorang ibu dalam antrean menggenggam plastik kecil.
Seorang pekerja harian berdiri dengan pakaian lusuh.
Seorang remaja sesekali melihat jam.
Mereka datang dengan alasan yang berbeda.
Namun pulang dengan hal yang sama.
Sepaket makanan.
Dan mungkin, sedikit rasa diperhatikan.