Empat Perahu Baru Hidupkan Tradisi Lomba Dayung di Batang

Anggota DPRD Batang, Nur Untung Slamet menyerahkan bantuan perahu untuk lomba dayung.
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Tradisi lomba dayung di Desa Klidang Lor, Kabupaten Batang, kian mendapat energi baru dengan hadirnya empat unit perahu yang disiapkan untuk mendukung jalannya kompetisi.

img_title Plot Twist! Habis Nangisin Film Children of Heavens, 63 Siswa SDN 3 Bawang Dapet Sepatu dari DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo

Dukungan datang dari pemerintah daerah serta legislatif, yang sama-sama berkomitmen menjaga kelestarian budaya masyarakat pesisir.

Anggota DPRD Batang sekaligus tokoh masyarakat Klidang Lor, Nur Untung Slamet, menyampaikan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan dua unit perahu melalui anggaran aspirasi.

img_title Tolak Ketua PAC Baru, Musancab PDI Perjuangan Batang Ricuh, 21 Ranting Walkout

“Kami ingin memastikan lomba dayung tetap berjalan dengan fasilitas yang layak. Karena itu, dua perahu baru kami serahkan untuk mendukung kegiatan ini,” ujarnya saat ditemui di Sungai Eks Kali Sambong, Jumat (27/3/2026).

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Batang juga menambahkan dua unit perahu baru pada tahun ini. Dengan demikian, total ada empat perahu yang siap digunakan dalam perlombaan.

img_title Datangi RSCM, DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo: Kawal Penuh Pemulangan Diva ke Batang

Menurut Nur Untung, pembaruan sarana menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar perahu lama sudah berusia panjang dan dikhawatirkan memengaruhi performa peserta.

“Kalau perahu sudah tua, tentu berisiko. Dengan yang baru, peserta bisa bertanding lebih maksimal dan aman,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, satu unit perahu dayung diperkirakan bernilai sekitar Rp60 juta.

Untuk dua unit, total mencapai Rp120 juta. Angka tersebut dinilai masih efisien jika dibandingkan dengan daerah lain.

“Di Pekalongan, harga satu perahu bisa mencapai Rp64 juta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan ini bukan sekadar soal fasilitas, melainkan bagian dari komitmen menjaga tradisi lomba dayung yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran di Batang.

“Semangatnya adalah melestarikan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.