Halalbihalal LP Ma’arif NU Pekalongan, Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Jadi Kunci Pendidikan Era Digital
- ist
PEKALONGAN, VIVA Jogja — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kota Pekalongan menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengantisipasi dampak penggunaan media digital pada siswa.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halalbihalal dan Turba LP Ma’arif NU di MSI 05 Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus konsolidasi antar lembaga pendidikan di bawah Yayasan Salafiyah Pekalongan.
Sejumlah unit pendidikan turut terlibat, mulai dari MI Salafiyah 1 Kauman, MSI 02 Keputran, MSI 05 Sampangan, hingga SMP dan MA Salafiyah.
Ketua Yayasan Salafiyah Pekalongan, Muh. Arif Wahyudi, mengapresiasi capaian yang telah diraih masing-masing lembaga.
Ia berharap prestasi tersebut terus meningkat melalui sinergi seluruh elemen pendidikan.
“Saya berharap capaian ini terus ditingkatkan melalui kolaborasi bersama,” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kota Pekalongan, Muhammad Subhan, menegaskan peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga keterlibatan aktif orang tua.
“Keterlibatan orang tua menjadi kunci dalam mendukung program pendidikan, terutama di era digital,” katanya.
Ia menyoroti penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan pada anak di bawah usia 16 tahun.
Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan interaksi sosial dan memengaruhi perkembangan anak secara menyeluruh.
Subhan juga menyinggung rencana kebijakan pembatasan media sosial bagi anak yang mulai digagas pemerintah.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada larangan.
Menurutnya, perlu keseimbangan antara pembatasan dan pembinaan.
“Anak tetap harus diberi ruang untuk belajar dan berkembang dengan pendampingan yang tepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan digital.
Forum ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan berbasis kemitraan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat di tengah derasnya arus digitalisasi.