Banjir Demak Mulai Surut, Ratusan Rumah Terdampak dan Satu Korban Jiwa
- ist
DEMAK, VIVA Jogja – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai berangsur surut. Meski demikian, dampak yang ditimbulkan cukup besar, mulai dari ratusan rumah terdampak hingga kerusakan fasilitas umum.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak mencatat sebanyak 525 kepala keluarga atau 1.948 jiwa terdampak dalam peristiwa ini. Selain itu, 525 rumah turut terdampak, serta 15 tempat ibadah dan 10 fasilitas pendidikan mengalami gangguan.
Banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meningkat drastis. Akibatnya, sejumlah tanggul jebol dan memicu banjir limpasan di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Guntur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan kondisi saat ini mulai terkendali meski penanganan masih berlangsung.
“Air di beberapa titik sudah mulai surut, namun penanganan tanggul jebol dan pembersihan masih terus kami lakukan,” kata Agus, Kamis, 9 April 2026.
Ia menambahkan, tim gabungan terus dikerahkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. “Kami pastikan kebutuhan warga terpenuhi, termasuk logistik, air bersih, dan layanan kesehatan,” ujarnya.
Selain permukiman, sektor pertanian juga terdampak cukup luas dengan total lahan mencapai 384 hektare. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada satu titik jembatan atau jalan, serta satu korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat ini, jumlah warga yang masih mengungsi tersisa 12 jiwa yang berada di Madrasah Diniyah Sindon.
Berbagai upaya penanganan dilakukan, mulai dari penggunaan alat berat untuk menutup tanggul jebol, pengoperasian pompa air untuk mengurangi genangan, hingga distribusi bantuan kepada warga terdampak.
BPBD bersama instansi terkait juga terus melakukan asesmen dan koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan pascabencana.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi di wilayah tersebut.