Banteng Turun Jalan: HUT Batang ke-60, PDI Perjuangan Gelar Cek Kesehatan Gratis
- Viva Jogja
BATANG, VIVA Jogja — Di tengah gegap gempita perayaan HUT ke-60 Kabupaten Batang, ada pemandangan berbeda di kawasan alun-alun.
Alih-alih sekadar seremoni, kader PDI Perjuangan justru turun langsung menyapa warga dengan misi sederhana namun mendasar: mengajak masyarakat peduli kesehatan sejak dini.
Di shelter alun-alun, antrean warga terlihat memadati layanan cek kesehatan gratis yang digelar Jumat (10/4/2026).
Ketua DPC PDI Perjuangan Batang, Ahmad Ridwan, menegaskan bahwa ulang tahun daerah harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Momentum ini bukan sekadar perayaan, tapi bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat langsung,” ujarnya.
Layanan yang disediakan pun cukup lengkap, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
Bagi Ridwan, langkah ini penting di tengah pola hidup masyarakat yang kian praktis namun berisiko.
“Sekarang masyarakat cenderung pragmatis, konsumsi junk food tanpa kontrol. Ini yang harus kita sadarkan,” katanya.
Ia menilai banyak penyakit kronis muncul tanpa disadari karena minimnya deteksi dini.
Kondisi ini diperparah dengan masih adanya warga yang enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Karena itu, pendekatan “jemput bola” dipilih agar layanan kesehatan bisa diakses lebih mudah oleh masyarakat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menggandeng Palang Merah Indonesia untuk menggelar donor darah.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan stok darah bagi kebutuhan darurat di Batang.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat ratusan nasi boks dibagikan kepada warga usai salat Jumat melalui program Dapur Marhaen.
Bagi warga, kegiatan ini bukan hanya soal bantuan, tetapi juga bentuk perhatian yang terasa dekat dan nyata.
Ridwan menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
PDI Perjuangan Batang berkomitmen menjadikannya sebagai program rutin yang digelar setiap bulan.
“Kita akan laksanakan setiap tanggal 10 dan berputar di 15 kecamatan,” tegasnya.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga gerakan kolektif.
Di usia ke-60, Batang tak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga mulai menata masa depan warganya agar lebih sehat dan sadar diri.