HNSI Batang Gelar Muscab, Tambat Labuh dan Kampung Nelayan Jadi Prioritas
- Viva Jogja
BAATANG, VIVA Jogja –Suasana riuh dermaga Pelabuhan Batang menjadi saksi penting Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang, Senin (13/4/2026).
Pertemuan lima tahunan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum pencarian solusi atas problem klasik yang membelit nelayan.
Wakil Bupati Batang, Suyono, hadir langsung memberi dorongan semangat.
Ia menegaskan bahwa HNSI bukan hanya wadah berkumpul, melainkan garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Salah satu isu yang ia soroti adalah hambatan mobilitas kapal akibat alur pelayaran yang dangkal.
“Kelancaran akses kapal sangat menentukan kesejahteraan nelayan. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan Kampung Nelayan sekitar dua kilometer ke arah selatan sebagai pusat layanan nelayan,” ujar Suyono.
Pendangkalan alur pelayaran yang disebabkan sedimentasi disebutnya sebagai “penyakit menahun” yang harus segera ditangani.
Pemerintah daerah menawarkan langkah normalisasi dengan memanfaatkan material pengerukan untuk kebutuhan infrastruktur.
“Sedimentasi akan kita kelola. Tanah hasil pengerukan bisa dipakai untuk tanggul atau fasilitas lain yang mendukung nelayan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC HNSI Batang, Teguh Tarmujo, menilai Muscab kali ini sebagai momentum evaluasi besar. Ia mengakui bahwa penataan tambat labuh masih jauh dari ideal.
“Kami berharap Muscab ini memperkuat sinergi antara pemerintah, swasta, dan organisasi nelayan dalam mengurai masalah sedimentasi, alur pelayaran, hingga tambat labuh yang masih semrawut,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Muscab, harapan besar pun digantungkan: alur pelayaran yang lebih lancar, tambat labuh yang tertata, dan kesejahteraan nelayan Batang yang semakin terjamin.