Antusiasme Petani Meledak, Distribusi Pupuk Subsidi Tegal Capai 40 Persen, Pupuk Indonesia: Tembus 15.993 Ton
- Dok Pupuk Indonesia
TEGAL, VIVA Jogja - Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tegal melonjak tajam hingga mencapai 15.993 ton per 4 Mei 2026.
Capaian ini setara 40 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 40.330 ton.
Lonjakan serapan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang memangkas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kebijakan tersebut digulirkan pada era Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.
Selain itu, digitalisasi melalui sistem i-Pubers turut mempercepat akses petani dalam menebus pupuk.
Regional CEO 2 Pupuk Indonesia, Muhammad Ihwan F, menyebut antusiasme petani meningkat sejak awal tahun.
“Petani kini lebih mudah menebus pupuk melalui sistem digital dan kebijakan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Dari total penyaluran tersebut, pupuk Urea mendominasi dengan 8.997 ton.
Disusul pupuk NPK sebanyak 6.933 ton dan pupuk organik 63 ton.
Untuk menjaga momentum ini, perusahaan memastikan ketersediaan stok tetap aman.
Saat ini, stok pupuk subsidi di Kabupaten Tegal mencapai 1.277 ton.
Sementara untuk skala Jawa Tengah, stok tersedia mencapai 81.882 ton.
Distribusi ini diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK Kementerian Pertanian.
Petani cukup membawa KTP ke titik distribusi resmi atau PPTS untuk melakukan penebusan.
Kemudahan ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola pupuk subsidi.
Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.
Kemudian diperkuat melalui Perpres Nomor 113 Tahun 2025 terkait efisiensi industri pupuk.
Dampaknya, birokrasi yang sebelumnya berbelit kini dipangkas signifikan.
Petani bahkan sudah bisa menebus pupuk sejak awal Januari tanpa hambatan administrasi panjang.
Secara regional, tingginya serapan di Tegal ikut mendorong capaian Jawa Tengah.
Hingga awal Mei 2026, penyaluran pupuk subsidi di provinsi ini mencapai 563.675 ton.
Angka tersebut setara 39 persen dari total alokasi 1,43 juta ton.
Pupuk Indonesia juga menegaskan komitmen menjaga distribusi tetap tepat sasaran.
Melalui delapan taklimat internal, perusahaan menekankan akses mudah, pengawasan stok, dan kepatuhan harga.
Langkah ini diharapkan menjaga stabilitas distribusi sekaligus mendukung produktivitas pertanian.