Investor Korea Selatan Masuk KEK Industropolis Batang, PT Simone Siap Serap 6.000 Tenaga Kerja

Penandatanganan PPTI Investasi PT Simone
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang kembali mencatat capaian penting dengan hadirnya investasi asing langsung (FDI) dari Korea Selatan.

img_title Rizal Bawazier Tekankan Nilai Perjuangan Ulama di Haul Bawang

PT Simone Batang Indonesia, perusahaan manufaktur global berbasis produk kulit berorientasi ekspor, resmi menandatangani Perjanjian Pemanfaatan Tanah Industri (PPTI) di Ballroom Management Office KEK Industropolis Batang,.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran & Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, bersama Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik.

img_title Tekan Turnover Karyawan, KEK Industropolis Batang Latih 160 Siswa SMK Lewat PRIMA 2026

Nilai investasi mencapai Rp429 miliar dengan rencana pembangunan fasilitas produksi di atas lahan seluas 8,28 hektare.

Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja, memperkuat posisi Batang sebagai pusat industri padat karya berbasis ekspor.  

img_title Bhimasena Power Indonesia Tegaskan Transparansi Lingkungan Lewat Buku Biodiversity

Indri Septa Respati menegaskan bahwa masuknya PT Simone mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

“Investasi ini menunjukkan bahwa Indonesia, melalui KEK Industropolis Batang, semakin dilihat sebagai bagian penting dalam rantai pasok global.

Perusahaan internasional kini menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi untuk pasar ekspor,” ujarnya.  

PT Simone, yang berdiri sejak 1987, memiliki rekam jejak operasi di berbagai negara termasuk Vietnam dan Kamboja.

Secara global, perusahaan ini menguasai sekitar 10% pangsa pasar dunia dan 30% pasar Amerika Serikat, dengan nilai ritel lebih dari USD 7 miliar.  

Direktur Utama PT Simone Batang Indonesia, Kim Jung Shik, menyebut Indonesia sebagai lokasi strategis untuk ekspansi jangka panjang.

“KEK Industropolis Batang memberikan kombinasi keunggulan yang kami butuhkan—mulai dari dukungan kebijakan, kesiapan kawasan, hingga potensi tenaga kerja,” ungkapnya.  

Pembangunan pabrik dijadwalkan dimulai dua bulan ke depan, dengan target konstruksi rampung pada Juli 2026 dan beroperasi bertahap mulai Juli 2027.

Selain memperluas basis produksi global, investasi ini diharapkan memberi dampak ekonomi langsung melalui peningkatan ekspor serta penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.