Budidaya Alpukat Organik, Dorong Ekonomi Berkelanjutan Warga Pesalakan

Mahasiswa Undip Batang saat praktikum budidaya alpukat organik di Desa Pesalakan
Sumber :
  • Viva Jogja

BATANG, VIVA Jogja –Praktikum mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Batang menghadirkan pengalaman nyata tentang budidaya alpukat organik di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

img_title Pakai Kunci T Motor di Teras Rumah Raib dalam Hitungan Menit, Pelaku Berhasil Ditangkap Polres Batang

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus dorongan bagi masyarakat desa untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan yang bernilai ekonomi.  

Mahasiswa mata kuliah Budidaya Tanaman Organik melakukan kunjungan ke kebun alpukat organik milik Taswanto, Ketua Kelompok Tani Harapan sekaligus Kepala Dusun Pesalakan.

img_title Monik TBIG Hadir di Pekalongan, Edukasi Gizi hingga Lomba Masak Menu Sehat

Di lahan seluas 1.700 meter persegi tersebut, mereka mempelajari teknik budidaya, pengelolaan lahan, penanganan pascapanen, hingga strategi pemasaran produk hortikultura organik.  

Taswanto, yang sejak 2017 mengembangkan alpukat organik, menegaskan pentingnya regenerasi petani muda.

img_title Rizal Bawazier Tekankan Nilai Perjuangan Ulama di Haul Bawang

“Jangan malu menjadi petani. Pertanian adalah inti kehidupan dan memiliki peran besar bagi keberlangsungan masyarakat. Generasi muda harus berani melanjutkan dan mengembangkan sektor ini,” ujarnya.  

Ia menambahkan, budidaya alpukat organik yang dijalankannya telah memperoleh sertifikasi dari INOFICE serta mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Batang.

Sertifikasi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas produk sekaligus penerapan metode ramah lingkungan.  

Kegiatan praktikum ini juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan berbasis praktik yang dilakukan Undip Kampus Batang.

Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyerap wawasan langsung mengenai pertanian berkelanjutan.  

Salah satu peserta, Anam, mengaku terinspirasi.

“Budidaya alpukat organik ternyata menjanjikan jika dikelola dengan baik. Bahkan bisa dipasarkan ke luar daerah, sehingga membuat kami tertarik untuk mencobanya,” ungkapnya.