Kisah David UMKM Pekalongan, Merintis C&L Fashion Hingga Tembus Pasar Nasional Lewat Shopee
- Viva Jogja
PEKALONGAN, VIVA Jogja – Di sebuah rumah produksi sederhana di Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, lahirlah merek fashion C&L yang kini dikenal luas di berbagai daerah Indonesia.
Pemiliknya, M David Ainul Ridho, pria berusia 33 tahun, yang membuktikan bahwa konsistensi, kejujuran, dan pemanfaatan teknologi digital mampu mengubah perjalanan seorang karyawan menjadi pengusaha sukses.
David memulai usaha konveksi pada tahun 2015.
Awalnya, ia hanya memasarkan produk lewat Facebook dan bertemu pelanggan grosir dari berbagai daerah.
Namun, titik balik terjadi ketika ia bergabung dengan Shopee pada 2016.
“Awalnya resi hanya 20–30 per hari. Tapi ketika pandemi 2019–2021, penjualan online justru melonjak, bisa tembus 3.000 resi per hari,” ujarnya.
Shopee bukan sekadar marketplace bagi David.
Menurutnya, platform ini menjadi mitra yang menyediakan transparansi keuangan, fleksibilitas penarikan saldo harian, serta kampanye promosi yang terbukti mendongkrak trafik penjualan.
“Kampanye promosi juga sangat mendongkrak. Penjualan bisa naik dua kali lipat,” ujarnya.
Produk fashion C&L beragam dengan 18 iyem dari long tunik muslimah seharga Rp86 ribu, blouse wanita Rp65 ribu, hingga bawahan wanita Rp70 ribu.
Permintaan pasar justru banyak datang dari luar Jawa, dengan pengiriman terjauh hingga Papua.
“Saya belajar semua ini otodidak, dari kesalahan. Konsistensi, sabar, dan kejujuran itu kunci,” tegasnya.
David bercerita, perjalanannya dalam berwirausaha tidak selalu mulus.
Tantangan datang dari naik turunnya trafik penjualan hingga fluktuasi dolar yang memengaruhi harga bahan baku.
“Modal HPP Rp33 ribu bisa naik karena kain, plastik, dan kancing ikut naik.
Mau tidak mau harga jual harus menyesuaikan,” jelasnya.
Meski begitu, David percaya evaluasi kesalahan adalah cara bertahan.
“Ketika kita bisa mengevaluasi kesalahan, kita tahu mana yang bisa berkembang dan mana yang tidak," ujarnya.
Menurut David, secara tidak langsung Shopee membuka peluang untuknya belajar strategi digital marketing secara otodidak.
Ia harus memahami algoritma kampanye, memanfaatkan voucher diskon, dan menjaga kualitas produk agar sesuai dengan ekspektasi pelanggan.
“Di online itu kita menjual gambar, jadi kejujuran paling utama.