Komisi VI DPR RI Kunjungi KITB,Rizal Bawazier Soroti Kesiapan Infrastruktur Penyangga dan SDM Lokal
- Viva Jogja
BATANG,VIVA Jogja –Pesatnya geliat investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) ternyata memunculkan tantangan baru yang tak bisa diabaikan.
Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja spesifik ke Batang, Kamis (21/5/2026), menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur penyangga dan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi kunci keberhasilan kawasan industri terbesar di Indonesia.
Dalam pertemuan yang melibatkan DPR RI, Kementerian BUMN, Danareksa, serta Pemerintah Kabupaten Batang, sejumlah isu strategis dibahas secara terbuka.
Mulai dari percepatan investasi, kebutuhan lahan, pembangunan kota penyangga, hingga kebijakan yang memastikan masyarakat lokal ikut merasakan manfaat hadirnya KITB.
Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, menekankan bahwa keberhasilan kawasan industri tidak hanya bergantung pada investor besar, tetapi juga kesiapan wilayah sekitar.
Ia menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas di Gringsing dan daerah penyangga agar mampu mengikuti laju perkembangan KITB.
“Investor itu melihat tiga hal: fasilitas daerah, insentif pajak, dan tenaga kerja. Kalau tenaga kerja lokal terserap tinggi dan fasilitas mendukung, investor pasti lebih tertarik masuk,” ujar Rizal.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkab Batang yang memberikan keringanan pajak bagi investor dengan komitmen menyerap hingga 70 persen tenaga kerja lokal.
Selain tenaga kerja, kebutuhan lahan menjadi sorotan. Rizal memastikan DPR RI akan membantu mempercepat penyelesaian persoalan lahan melalui koordinasi dengan PTPN dan Kementerian BUMN agar ekspansi kawasan tidak terhambat.
Sementara itu, Pj Sekda Batang, Sri Purwaningsih, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur penyangga KITB. Antara lain Pasar Plelen, alun-alun Gringsing, akses jalan menuju kawasan industri, hingga pengembangan stasiun penunjang pekerja.
“Sebagian besar lahan sudah siap, tinggal dukungan anggaran dari pusat. Kami juga mendorong pengembangan TOD dan stasiun khusus pekerja untuk memperkuat konektivitas,” jelas Sri.
Ia menambahkan, kehadiran KITB membuka peluang keterlibatan BUMD dalam pengembangan ekonomi daerah, termasuk rencana pembangunan dryport dan jaringan gas yang akan melibatkan Perumda Batang.
Kunjungan Komisi VI DPR RI ini menegaskan bahwa tantangan utama KITB bukan sekadar menarik investor, melainkan memastikan kesiapan infrastruktur, penyelesaian lahan, serta kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan industri berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat sekitar.