Ultah ke-425 Kabupaten Tegal, Slawi Ageng Expo 2026 Gebrak Warga!
- ist
TEGAL, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Tegal secara resmi menggelar perhelatan akbar Slawi Ageng Expo 2026 yang dipadukan dengan acara keagamaan Gema Dakwah serta doa bersama.
Acara tahunan yang diselenggarakan di Lapangan Utama Pemda Kabupaten Tegal tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal.
Antusiasme masyarakat lokal terlihat sangat luar biasa memadati area alun-alun meskipun kondisi cuaca sempat diguyur hujan dengan intensitas ringan sejak sore hari.
Kemeriahan pesta rakyat dan ruang pameran Slawi Ageng Expo 2026 ini diproyeksikan menjadi magnet utama perputaran roda ekonomi kreatif di wilayah Tegal.
Panggung utama malam itu menghadirkan pendakwah nasional Muhammad Nur Maulana yang mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa memperkuat rasa syukur dalam kehidupan.
Acara ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala OPD, serta tokoh lintas agama se-Kabupaten Tegal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud, menjelaskan bahwa rangkaian festival budaya ini sebenarnya sudah bergulir maraton sejak awal bulan Mei.
Pihak panitia telah menyusun berbagai rangkaian acara mulai dari prosesi ziarah makam leluhur, kirab pataka, perlombaan olahraga, hingga aksi bakti sosial.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan menjadi momentum memperkuat rasa memiliki terhadap daerah," kata Amir saat memberikan sambutan.
Amir menilai tingginya partisipasi publik menjadi indikator positif kuatnya legitimasi sosial masyarakat terhadap program-program yang dicanangkan oleh pemerintah.
Sisi menarik dari pembukaan pameran dagang tahun ini adalah masuknya agenda penguatan literasi ekonomi digital yang menyasar sektor akar rumput.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, secara agresif mengajak para pengunjung untuk mulai beralih menggunakan sistem pembayaran nontunai.
Bank Indonesia memanfaatkan panggung megah ini untuk memperkenalkan inovasi program wakaf produktif berbasis digital dengan menggunakan kanal barcode QRIS.
"Dengan QRIS, wakaf menjadi lebih mudah dan semoga bisa membawa keberkahan bagi warga terdampak bencana di Padasari," tutur Bimala di hadapan media.
Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu mendongkrak omzet para pelaku UMKM lokal yang ikut memamerkan produk unggulan mereka di dalam stan pameran.