Plot Twist! Habis Nangisin Film Children of Heavens, 63 Siswa SDN 3 Bawang Dapet Sepatu dari DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo
- Viva Jogja
PEKALONGAN, Viva Jogja – Tangis haru dan senyum bahagia bercampur menjadi satu saat 63 siswa SDN 3 Bawang, Kabupaten Batang, keluar dari studio bioskop XXI Ramayana Pekalongan, Senin 1 Juni 2026.
Mereka baru saja menyaksikan film Children of Heaven, sebuah kisah menyentuh tentang kakak beradik dari keluarga sederhana yang harus bergantian memakai satu pasang sepatu untuk bersekolah.
Film yang disutradari Hanung Bramantyo tersebut ditonton bersama atas undangan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Yoyok Riyo Sudibyo.
Tak hanya mengajak menonton, mantan Bupati Batang itu juga memberikan 63 pasang sepatu baru kepada seluruh siswa yang hadir.
Suasana menjadi semakin emosional karena hadiah tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan cerita dalam film.
Dalam film itu, seorang kakak berusaha mengikuti lomba lari demi mendapatkan hadiah sepatu untuk adiknya setelah tanpa sengaja menghilangkan sepatu sang adik.
Meski hidup dalam keterbatasan, kedua anak tersebut tetap menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah.
Salah satu siswa, Nurul Aqila Putri, mengaku terharu setelah menyaksikan perjuangan kakak dan adik dalam film tersebut.
"Saya terharu melihat perjuangan adik dan kakak yang sangat berkorban untuk keluarganya," katanya.
Siswi kelas V itu mengaku mendapatkan pelajaran penting dari film yang ditontonnya.
"Kita harus terus berjuang dan jangan mengeluh di tengah jalan," ujarnya.
Nurul menjadi salah satu siswa yang beruntung menerima hadiah sepatu baru.
"Dipakai buat sekolah," katanya singkat sambil tersenyum.
Puluhan siswa SDN 3 Bawang Kabupaten Batang dapat sepatu baru dari DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo
- Viva Jogja
Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan film tersebut dipilih karena memiliki pesan pendidikan yang kuat bagi anak-anak.
Menurutnya, kisah dalam film menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah mengejar cita-cita.
"Ini film yang sangat mendidik tentang keluarga sederhana yang mampu membentuk anak-anak menjadi pejuang dalam kehidupan," ujarnya.
Ia berharap anak-anak dari desa memiliki keberanian bermimpi besar dan tidak minder dengan latar belakang mereka.
"Saya ingin anak-anak kampung dan anak-anak desa punya semangat mengejar cita-cita setinggi mungkin," katanya.
Yoyok menilai semangat perjuangan dalam film itu relevan dengan kehidupan banyak anak di daerah.