Dedikasi Heni Mustikaningati, Sosok Kartini Kudus Peduli ODGJ hingga Dianugerahi Dua Penghargaan Presiden

Heni terima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Pemerintah
Sumber :
  • ist

KUDUS, VIVAJogja-  Berkat jasa-jasa Raden Ajeng (RA) Kartini, tentunya bagi perempuan-perempuan Indonesia harus introspeksi diri dan mengasah kepekaan juga kesadaran kritis sebagai Kartini masa kini. 

img_title Timnas Garuda Putri U16 Terpikat Safin Pati Sports School U14, Latihan Bersama Jelang Laga Internasional

RA Kartini hadir sebagai inspirasi pergerakan perempuan, serta pelopor kesadaran kritis perempuan Indonesia. Semangat dan perjuangan pahlawan emanisipasi asal Kabupaten Jepara Jawa Tengah inilah, yang menggerakan Heni Mustikaningati (45), salah satu sosok Kartini asal Kota Kudus. 

Perempuan pegiat sosial kemanusian Kota Kretek ini, dengan suka rela mendedikasikan diri merawat dan mengurus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di jalanan sejak tahun 2019 silam.

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Bertepatan dengan Hari Kartini yang diperingati 21 April, Heni pun tak ingin peringatan menandai kelahiran pahwalan emansipasi wanita itu hanya sekedar seremonial saja. Namun disertai langkah nyata, bahwa perempuan bisa bermanfaat positif bagi banyak orang. 

Membincangkan Kartini masa kini dengan kesehatan mental, Heni kembali teringat isi surat Kartini yang bangkit mengutuk keadaannya. 

img_title Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkab Kudus Gelar Doa Bersama

“Kartini selalu berupaya mensyukuri tiap hidup yang dinikmatinya, dan mengupayakan pengetahuan yang dimiliki untuk kaumnnya,” ujar Heni mengutip kata bijak pahlawan wanita kelahiran Kabupaten Jepara ini. 

Selain merawat ODGJ jalanan khususnya ODGJ wanita, Heni yang tinggal di lingkungan Sumur Kotak, Desa Singocandi Kecamatan Kudus Kota ini,  juga kerap diminta membantu penanganan ODGJ yang dirawat di rumah. 

Tak jarang,  Heni dia juga mendampingi ODGJ yang terpaksa dipasung. Bahkan adapula membantu membawanya berobat.

Berkat perjuangannya itu, Heni yang dibantu sang suami, Sukaryo Adi Putra, sempat diganjar penghargaan dari Presiden Republik Indonesia. Yakni penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial pada tahun 2021. Penghargaan itu diberikan Pemerintah di Bangka Belitung.

“Awalnya kami kira guyonan. Kami tidak menyangka orang dari desa seperti kami mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pernah juga diberi hadiah mobil L 300 dari seorang dokter, padahal tidak kenal. Kenalnya dari konten,” ucap Heny.

Penghargaan dari Presiden Joko Widodo kala itu, sebab apa yang dilakukan Heni tidak menyalahi kaidah keilmuan dalam penanganan ODGJ.  Selain itu, dalam memperlakukan dan menangani ODGJ, selalu menggunakan pendekatan humanis.

Halaman Selanjutnya
img_title