Short Drama Korea Meledak! Industri Diprediksi Tembus Rp400 Triliun, OTT dan AI Ikut Berlomba

Industri short drama melonjak
Sumber :
  • VIVA Jogja/IG Panncafe

VIVA Jogja - Industri short drama di Korea Selatan tengah mengalami lonjakan pesat dan diprediksi menjadi salah satu tren besar dalam dunia hiburan global.

img_title UMY Perkuat Internasionalisasi Lewat Kolaborasi Akademik dan Beasiswa di Laos

Format drama berdurasi singkat ini dinilai semakin relevan dengan perubahan gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan kecepatan, efisiensi, serta akses mudah melalui perangkat digital.

Tak heran, berbagai pelaku industri mulai melihat segmen ini sebagai peluang strategis untuk menjangkau generasi muda sekaligus pasar internasional. Nilai pasar short drama bahkan diperkirakan mencapai 35 triliun won pada 2030.

img_title 116 Guru RA/TK Kulonprogo Ikuti Pelatihan AI untuk Tingkatkan Inovasi Pembelajaran

Proyeksi tersebut mendorong platform OTT dan rumah produksi berlomba menghadirkan konten inovatif yang mampu menarik perhatian penonton dalam waktu singkat.

Format ini dianggap cocok dengan kebiasaan konsumsi konten di media sosial yang serba cepat dan instan, sehingga memiliki potensi besar untuk viral dan meningkatkan daya saing industri hiburan Korea di tingkat global.

img_title Tak Bisa Gantikan Ulama, AI Dinilai Hanya Alat Bantu dalam Penentuan Waktu Ibadah

Salah satu pemain utama, KT Studio Genie, telah mendirikan divisi khusus yang berfokus pada investasi, produksi, hingga distribusi short drama secara global. Tahun ini saja, sebanyak 56 proyek telah masuk tahap peninjauan.

Hal ini menunjukkan besarnya minat industri terhadap format baru tersebut. Banyak pihak menilai, pendekatan ini tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga memperluas ruang kreativitas bagi para kreator. Fenomena ini dianggap sebagai peluang besar bagi rumah produksi.

Risiko kerugian relatif lebih kecil dibandingkan drama konvensional karena biaya produksi lebih rendah. Namun, potensi keuntungan bisa meningkat signifikan jika konten berhasil menjadi tren global.

Model bisnis ini dinilai fleksibel, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan selera penonton yang dinamis. Selain itu, platform streaming TVING juga meluncurkan program “TVING Short Original” sejak Agustus 2025. Program tersebut menghadirkan episode berdurasi 1–2 menit, menyesuaikan kebiasaan penonton yang mengonsumsi konten di sela aktivitas sehari-hari.

Strategi ini diyakini mampu memperluas jangkauan penonton sekaligus memperkuat posisi OTT dalam persaingan global. Menariknya, sebagian produksi kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

KT Studio Genie mengungkap penggunaan AI untuk adegan drone maupun kendaraan besar mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen. Efisiensi ini memungkinkan kualitas visual tetap terjaga, sekaligus mempercepat proses produksi.

Halaman Selanjutnya
img_title