DIY– Melbourne Symphony Orchestra Perkuat Diplomasi Budaya, Yogyakarta Jadi Pusat Ekosistem Seni Global
- Dok Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Sebuah perjalanan panjang yang dimulai satu dekade lalu kini memasuki babak baru. Kolaborasi antara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) bukan sekadar pertukaran program seni, melainkan telah menjelma menjadi investasi jangka panjang yang memperkokoh ekosistem budaya, ekonomi kreatif, hingga diplomasi antarbangsa. Memasuki dekade kedua, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas manfaat kerja sama, menjadikan Yogyakarta sebagai simpul penting dalam jaringan seni internasional sekaligus pusat pertumbuhan kreatif di Indonesia.
Dalam pertemuan resmi di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan Chief Operating Officer MSO Suzanne Dembo dan Head of Operations Callum Moncrieff. Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DIY Ghofar Ismail, Sri Sultan menegaskan bahwa kerja sama ini telah melampaui sekadar pertunjukan musik. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari lahirnya generasi baru musisi, pengelola seni, hingga terbukanya peluang investasi lintas sektor.
Ghofar Ismail menambahkan, tahun depan akan menjadi momentum istimewa karena menandai satu dekade hubungan resmi antara Pemda DIY dan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia. Menurutnya, berbagai program yang dijalankan bersama telah membuka ruang kolaborasi produktif di bidang seni, budaya, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia menyoroti bagaimana pendekatan khas DIY dalam menghadirkan konser orkestra dengan konsep lesehan di ruang terbuka mampu menarik ribuan penonton, jauh melampaui rata-rata konser orkestra di negara Barat. Hal ini menunjukkan bahwa musik orkestra di Yogyakarta telah menjadi bagian dari ruang budaya inklusif yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Suzanne Dembo, COO MSO, menyampaikan rasa bangga atas perjalanan kerja sama yang terus berkembang. Ia menilai program seperti Youth Music Camp dan Art Management Workshop telah melahirkan generasi baru musisi dan pengelola seni dengan kapasitas profesional. Lebih dari itu, jejaring internasional yang terbentuk melalui Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) menjadi bukti bahwa DIY kini memiliki posisi strategis dalam peta seni global. MSO bahkan merasa memiliki kedekatan khusus karena turut berkontribusi pada tahap awal pembentukan YRO yang kini menjadi salah satu kekuatan orkestra di Indonesia.