Umar Haen Angkat Ironi Hilangnya Ruang Publik Lewat Lagu “Tak Jadi Main Bola”

Umar Haen, merilis single terbarunya berjudul “Tak Jadi Main Bola”
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jogja   Menjelang final Piala Dunia 2026, musisi asal Temanggung, Umar Haen, merilis single terbarunya berjudul “Tak Jadi Main Bola” pada Kamis (16/07/2026). Lagu ini menjadi karya pembuka menuju album penuh keduanya bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata yang dijadwalkan rilis pada 6 Agustus mendatang.

img_title Ganas! Persijap Jepara Permalukan Semen Padang Tanpa Ampun di Kandang

Berbeda dengan karya sebelumnya, Umar kali ini memilih pendekatan naratif yang kuat. Ia menghadirkan sosok Izan, seorang bocah yang harus kehilangan lapangan tempat bermain sepak bola karena berubah menjadi pondasi bangunan. Ironi ini muncul di tengah euforia dunia menyambut pesta sepak bola terbesar, ketika di sudut lain anak-anak justru kehilangan ruang publik untuk menyalurkan mimpi mereka.

Lirik lagu menggambarkan kepolosan Izan melalui detail sederhana namun menyentuh, seperti menyikat sepatu bola kesayangan dengan sikat gigi atau mengayuh sepeda menuju lapangan yang menjadi simbol harapan. Namun sesampainya di sana, ia mendapati lapangan itu telah berganti dengan deretan pondasi bangunan. Umar menuturkan bahwa inspirasi lagu ini lahir dari keresahan atas fenomena alih fungsi lahan yang semakin masif dan sering dilakukan tanpa melibatkan warga.

img_title Askab PSSI Sleman Gembleng Anak-Anak Muda Jadi Calon Wasit Berintegritas

“Saya banyak mendengar kisah pembangunan fasilitas yang terkesan dipaksakan, bahkan dengan minim pelibatan masyarakat setempat,” ungkap Umar. Sebagai musisi yang tumbuh di Temanggung, ia menyaksikan sendiri bagaimana ruang komunal warga perlahan menyempit akibat pembangunan yang kurang partisipatif. Realitas tersebut menjadi dorongan kuat baginya untuk menulis lagu yang merekam keresahan sosial.

Pendekatan penulisan Umar juga dipengaruhi pengalamannya saat mengikuti residensi AMP3 (The Asian Music for Peoples’ Peace and Progress) di Filipina pada Juni 2025. Di sana, ia belajar langsung dari Jess Santiago, musisi senior pelopor gerakan people’s music di Asia. Dari sang mentor, Umar membawa pulang pesan penting: mulailah menulis dari hal-hal terdekat, karena di situlah persoalan besar sebenarnya berada. Detail tentang Izan dan sepatu bolanya menjadi manifestasi nyata dari prinsip tersebut.

img_title Tampil Dominan di Kudus, Yordania Puncaki Klasemen Grup B Srikandi Merdeka Cup

Bagi Umar, “Tak Jadi Main Bola” bukan sekadar single, melainkan cetak biru dari album keduanya. “Saya menulis album ini dengan niat merekam peristiwa dan menjadikannya kesaksian, bagaimana perasaan saya sebagai warga negara hari-hari ini,” ujarnya. Album Busa Sabun Masuk ke Mata disebut akan berisi materi yang lebih reflektif, menangkap realitas sosial yang kerap luput dari sorotan utama.

Halaman Selanjutnya
img_title