Zahra dan Panggung Bertutur: Harapan Baru Literasi Kota Yogyakarta
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Seorang siswi sekolah dasar Atika Zahra Ratifa, murid SD Negeri Pujokusuman 1, tampil membawakan kisah rakyat tentang Terjadinya Kedung Bolong. Dengan intonasi yang terjaga, ekspresi yang hidup, dan penghayatan yang mendalam, Zahra berhasil membuat para juri dan peserta dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta larut dalam cerita yang diwariskan lintas generasi. Penampilan itu bukan hanya sebuah pertunjukan, melainkan sebuah pernyataan bahwa tradisi bertutur masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.
Dari panggung sederhana itu, Zahra berhasil meraih Juara I Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Kompetisi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY pada Selasa, 7 Juli 2026, menjadi ajang pembuktian bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, melainkan juga menghidupkan kembali cerita rakyat yang sarat nilai budaya. Zahra sendiri mengaku kemenangan ini bukan hanya soal piala, melainkan buah dari kecintaan terhadap cerita rakyat, kebiasaan membaca, serta dukungan orang-orang di sekitarnya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah meraih Juara 1 dalam Lomba Bertutur ini. Prestasi ini bisa saya raih berkat doa orang tua, bimbingan dari Sanggar JAS, dukungan dari sekolah, dan juga support dari Pemerintah Kota Yogyakarta,” ungkap Zahra dengan penuh rasa syukur.
Dalam lomba tersebut, para peserta dinilai berdasarkan teknik penampilan, cara bertutur, penguasaan materi, serta keterampilan menyampaikan cerita. Dewan juri yang terdiri dari pegiat literasi Titik Renggani, pakar psikologi Dr. Shinta, serta pendongeng profesional M. Dinu Imansyah akhirnya menetapkan Zahra sebagai juara pertama berkat penampilannya yang memukau.
Namun bagi Zahra, bertutur bukan sekadar kompetisi. Ia melihatnya sebagai cara untuk mengenalkan kembali budaya Indonesia kepada generasi muda yang tumbuh di era digital. “Harapan saya, melalui bertutur saya bisa ikut melestarikan cerita dan budaya Indonesia. Saya juga mengajak teman-teman untuk meluangkan waktu ke perpustakaan karena di sana banyak sekali pengetahuan. Semoga saya bisa membawa pulang juara lagi untuk Provinsi DIY di tingkat nasional,” tuturnya penuh semangat.