Peran Sekolah Sangat Besar, Pelestarian Seni Ukir Jepara Harus Dimulai Sejak Usia Dini

SDN 1 Sukodono Saat Belajar Mengukir (foto: istimewa)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaJEPARA, Pelestarian seni ukir Jepara sebagai warisan budaya dinilai harus dilakukan sejak usia dini secara berkelanjutan. Sekolah, khususnya jenjang taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), memiliki peran strategis untuk menanamkan kecintaan, kebanggaan, dan keterampilan dasar kepada generasi muda agar seni ukir tetap lestari.

img_title Ratusan Motor Jadul Jajal Jalan Mulus Jepara, Bupati Ikut Bernostalgia ke Era 70 an

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu di SD Negeri 1 Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Dalam kesempatan itu, Hadi didampingi Ketua Paguyuban Seni Ukir Perempuan R.A. Kartini Jepara, Rumini. Ia merupakan peraih penghargaan Pelestari Ukir dari Bupati Jepara tahun 2025, Juara Ukir Perempuan 2024, sekaligus penerima Kartini Award dan alumnus SD Negeri 1 Sukodono angkatan 1991.

img_title Tukang Mebel Makin Sulit Dicari, Jepara Mulai Moving to CNC Technology

Menurut Hadi, upaya menjaga keberlangsungan seni ukir membutuhkan komitmen kuat dari dunia pendidikan. Anak-anak perlu dikenalkan dengan seni ukir sejak dini melalui pembelajaran, praktik, maupun penguatan pengetahuan budaya (21/07).

"Pelestarian seni ukir perlu mulai ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki pengalaman budaya, mulai dari mengenal, mempelajari, hingga berlatih secara terus-menerus. Dengan begitu akan tumbuh rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya leluhurnya," kata Hadi.

img_title Gagal Rampas Kalung, Jambret Kabur di Kriyan Jepara

Ia juga mengajak para siswa memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler seni ukir, mengikuti berbagai pelatihan, serta memperbanyak membaca buku-buku yang membahas sejarah dan perkembangan seni ukir Jepara.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Sukodono, Ely Nuryanti, mengatakan pihak sekolah terus berupaya mempertahankan eksistensi seni ukir di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap kerajinan khas Jepara tersebut.

"Kami memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal seni ukir melalui kegiatan ekstrakurikuler dan aktif mengikuti berbagai pelatihan di luar sekolah. Harapannya tumbuh rasa memiliki sehingga anak-anak mencintai dan bersedia melestarikan seni ukir Jepara," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Komite SD Negeri 1 Sukodono, Rojikan, beserta jajaran guru. Acara semakin menarik dengan demonstrasi mengukir yang dilakukan oleh Rumini, Ely Nuryanti, Rojikan, dan para siswa sebagai bentuk praktik langsung mengenalkan seni ukir kepada peserta didik.