“Jalan Pulih” di Djourno Fest 2026: Suara Perempuan Disabilitas Psikososial Tegaskan Pemulihan Adalah Perjalanan

Salah satu adegan film dokumenter advokasi “Jalan Pulih”,
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jogja -  Sebuah karya dokumenter advokasi yang menyentuh hati, “Jalan Pulih”, berhasil terkurasi dalam ajang Djourno Fest 2026. Film ini diproduksi oleh Pusat Rehabilitasi YAKKUM berkolaborasi dengan Locomotion, PPRBM Solo, serta sutradara Wahyu Utami, dengan dukungan Program INKLUSI. Mengangkat kisah perempuan dengan disabilitas psikososial di Banjarnegara, dokumenter ini menghadirkan suara-suara akar rumput yang selama ini jarang terdengar, sekaligus menegaskan bahwa pemulihan bukanlah garis akhir, melainkan sebuah perjalanan panjang yang harus dirawat setiap hari.

img_title Autoimun Lebih Rentan pada Perempuan, Pakar UGM Tekankan Manajemen Stres sebagai Kunci Pencegahan

Pemutaran film di Yogyakarta dan Jakarta mendapat sambutan hangat dari publik. Puncak apresiasi ditandai dengan penyerahan token award dari panitia Djourno Fest 2026 kepada perwakilan Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Alfitra Yossie Putrijaya, yang menjabat sebagai Koordinator Informasi, Komunikasi, dan Publikasi. Penyerahan dilakukan pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, Depok.

“Jalan Pulih” mengangkat realitas perempuan dengan disabilitas psikososial yang menghadapi kerentanan berlapis. Mereka bukan hanya berhadapan dengan stigma masyarakat dan pengabaian hak akibat kondisi kesehatan mental, tetapi juga rentan terhadap kekerasan berbasis gender, ketimpangan relasi kuasa, serta isolasi sosial. Dokumenter ini menampilkan narasi personal dan emosional yang menegaskan bahwa pulih bukan berarti sembuh total, melainkan proses harian yang penuh perjuangan.

img_title Keterwakilan Perempuan di DPRD Kota Yogyakarta Masih Rendah, GOW Dorong Penguatan Kaderisasi Politik

Film ini juga mengkritisi praktik kelembagaan yang masih terisolasi, seperti institusionalisasi di panti, serta menyoroti terhentinya anggaran dana desa untuk pemberdayaan disabilitas akibat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Pesan yang ingin ditegaskan adalah pentingnya sistem dukungan berbasis keluarga dan komunitas yang inklusif, agar pemulihan benar-benar menjadi hak yang bisa dirasakan oleh semua individu.

Alfitra Yossie Putrijaya menyampaikan bahwa terpilihnya “Jalan Pulih” di Djourno Fest merupakan wadah penting untuk memperluas suara perempuan dengan disabilitas psikososial. “Film ini adalah bagian dari kerja-kerja advokasi kami di tingkat akar rumput, seperti di Banjarnegara, hingga ke seluruh wilayah Indonesia yang masih menghadapi tingginya stigma terhadap disabilitas psikososial. Kerentanan perempuan dengan disabilitas psikososial seringkali tidak pernah dibahas. Padahal mereka menanggung beban berlapis. Melalui film ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa pulih adalah hak dan perjalanan yang sah bagi setiap individu. Penghargaan ini adalah untuk para perempuan disabilitas psikososial yang terus berjuang merawat pemulihannya setiap hari, dan untuk keluarga yang setia mendampingi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Bentuk Jaringan Paralegal Desa untuk Dampingi Kasus Perempuan dan Anak di Jepara