Mengungkap Ibu Kota Kerajaan Kalinyamat, Kriyan Dinilai Simpan Bukti Arkeologis Penting

Menelusuri Jejak Kerajaan Ratu Kalinyamat di Ponpes Nailun Najah(foto.istimewa)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaJEPARA, Misteri keberadaan pusat Kerajaan Kalinyamat kembali menjadi perhatian. Sejumlah temuan struktur bata kuno di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, kabupaten Jepara diyakini dapat menjadi petunjuk penting untuk mengungkap lokasi keraton Kerajaan Kalinyamat yang hingga kini belum berhasil dipastikan secara ilmiah.

img_title Bupati Bangga Jepara Diperhatikan Pemerintah Pusat untuk Cegah Radikalisme

Dugaan tersebut mengemuka dalam Jagongan Budaya Kalinyamat yang digelar di Pondok Pesantren Nailun Najah Assalafy, Jumat (31/7) malam. Forum itu mempertemukan budayawan, akademisi, pemerhati sejarah, pelaku seni, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk merumuskan langkah bersama menelusuri jejak kerajaan yang pernah dipimpin Ratu Kalinyamat.

Salah satu temuan yang menjadi sorotan ialah keberadaan struktur pasangan bata kuno yang berada di bawah Masjid Al Makmur, Desa Kriyan. Temuan tersebut melengkapi penemuan sebelumnya berupa struktur bata di kawasan Langgar Bubrah, serta batu gilang dan batu andesit putih yang diduga merupakan material ornamen bangunan bersejarah seperti di Masjid Mantingan dan kompleks Makam Ratu Kalinyamat–Sultan Hadlirin 01/08).

img_title Dari Eks JI ke Agen Perubahan, BNPT-Densus 88 Garap Transformasi Ponpes Al Muttaqin

Berdasarkan pemetaan awal, sebaran struktur bata kuno diperkirakan membentang hampir di seluruh kawasan Desa Kriyan hingga tersambung ke wilayah Desa Sendang. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian penting dari lanskap Kerajaan Kalinyamat.

Pendiri Yayasan Widya Gilang Gumilang Kriyan, Hisyam Maliki, mengatakan forum tersebut sengaja dibentuk untuk menghimpun berbagai informasi yang selama ini tersebar di masyarakat, mulai dari cerita tutur, toponim, hingga temuan lapangan yang berkaitan dengan Kerajaan Kalinyamat.

img_title Ratusan Motor Jadul Jajal Jalan Mulus Jepara, Bupati Ikut Bernostalgia ke Era 70 an

"Melalui konsep diskusi yang terbuka dan partisipatif, kami berharap lahir gagasan, dokumentasi, serta kolaborasi dalam upaya pelestarian budaya. Hasil diskusi ini nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi, penguatan narasi sejarah lokal, hingga pengembangan program pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Hisyam, penelusuran dimulai dari kawasan Siti Hinggil, kemudian diperluas ke sejumlah titik lain yang diduga masih berkaitan dengan pusat pemerintahan Kerajaan Kalinyamat.

Seluruh informasi yang diperoleh, baik berupa nama tempat, cerita masyarakat maupun temuan arkeologis, akan dikaji bersama para sejarawan, budayawan, dan akademisi agar menghasilkan rekonstruksi sejarah yang lebih utuh.

Halaman Selanjutnya
img_title