Special Screening Film “Dan Bandung” Tampilkan Kisah Persahabatan dan Dinamika Kehidupan Mahasiswa
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Film terbaru berjudul Dan Bandung resmi diputar dalam special screening yang menghadirkan para pemeran utama serta tim produksi. Karya yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq ini menjadi sorotan karena mengangkat kisah persahabatan, keluarga, dan kehidupan mahasiswa dengan latar Bandung yang sarat sejarah dan budaya.
Shanna Shannon, pemeran Elma dalam Special Screening Film “Dan Bandung” di Yogyakarta, Sabtu (08/08/2026) menjelaskan bahwa proses pendalaman karakter dilakukan melalui simulasi panjang sebelum syuting dimulai. “Simulasi itu satu bulan sebelum syuting, jadi totalnya sekitar dua bulan. Untungnya sifat Elma mirip dengan aku, pendiam dan introvert, jadi tidak perlu banyak penyesuaian. Tantangannya justru ada di scene emosional, terutama dengan keluarganya Elma,” ujarnya.
Kesya Levronka, pemeran Susi, menambahkan bahwa jika di kehidupan nyata memiliki teman seperti Elma, ia akan melakukan hal yang sama seperti tokoh Susi dalam film. “Kalau di real life, aku akan langsung jemput tanpa perlu dia telepon. Jadi benar-benar peduli seperti Susi kepada Elma,” katanya.
Film Dan Bandung sendiri diadaptasi dari novel Pidi Baiq yang dikenal dengan gaya penulisan khas penuh humor dan kedekatan emosional. Produser Titin Suryani menjelaskan bahwa alur film sengaja dibuat lebih linear agar mudah diikuti penonton. “Dari novelnya memang ada sedikit bolak-balik, tapi supaya lebih enak ditonton, Pak Rudi Soedjarwo sebagai sutradara membuatnya lebih linear. Kami terus berdiskusi agar film ini tetap menjaga esensi cerita,” jelasnya.
Sutradara Rudi Soedjarwo menerapkan metode berbeda dalam proses produksi. Ia tidak terlalu bergantung pada skrip, melainkan membangun dialog melalui brainstorming bersama para pemain. Kesya mengaku hal ini cukup menantang. “Om Rudi tidak terlalu menggunakan skrip, hanya sebagai panduan. Dialognya kami bangun sendiri lewat diskusi. Itu cukup menantang karena berbeda dari pengalaman sebelumnya,” ungkapnya.
Meski begitu, proses simulasi panjang membuat syuting berjalan lancar. Para pemain merasa lebih matang dalam memahami karakter masing-masing. Shanna Shannon menilai bahwa kedekatan emosional antar tokoh menjadi kekuatan utama film ini. “Persahabatan antara Elma dan Susi sangat kental, begitu juga hubungan orang tua dan anak. Itu yang membuat film ini relevan untuk ditonton semua kalangan,” katanya.