Gala Dinner Kulinarea 2026 Angkat “Seribu Tahun Dapur Mataram” sebagai Warisan Gastronomi Nusantara

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terima penghargaan pelestarian kuliner
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

YOGYAKARTA, VIVA Jogja   Gala Dinner bertajuk “Seribu Tahun Dapur Mataram” dalam rangkaian Event Kulinarea 2026 “A Symphony of Nusantara Flavor” digelar di Wisma Kagama, Minggu (09/08/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi pelaku kuliner, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menegaskan komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan warisan gastronomi Nusantara sebagai bagian dari identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif.

img_title Ironi di Hari Perhubungan, Bocah Disabilitas Pati Tertahan di Rumah karena Tak Ada Transportasi

Ketua Penyelenggara, Sumartoyo, menyampaikan bahwa Kulinarea bukan sekadar pesta kuliner, melainkan wadah ekosistem yang melibatkan jasa boga, UMKM, akademisi, hingga industri kreatif. “Kuliner Nusantara adalah benang merah yang menyatukan sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat. Semoga ekosistem kuliner, F&B, dan budaya Nusantara terus berjalan dan berkembang,” ujarnya.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulonprogo, Ifah Mufidati SHMM, Ketua DPP Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) DIY Sri Wahyuni Dewi, Direktur Utama Badan Pelaksana Otoritas Borobudur Yusuf Hartanto, serta Wakil Ketua Umum DPP PPJI Ir Tata Indriyana. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas sektor terhadap pelestarian kuliner Nusantara.

img_title Wilayah Juwana, Simpul Sejarah dan Ekonomi Pati yang Terus Dijaga Lewat Tradisi

Bantul mendapat sorotan khusus sebagai wilayah kategori warisan tak benda sekaligus penggerak konservasi gastronomi lokal. Di bawah kepemimpinan Abdul Halim Muslih, Bantul konsisten merawat dan mengeksplorasi heritage kuliner. Keberhasilan Bantul dalam menguatkan ikon gastronomi lokal seperti sentra sate Jejeran, keotentikan ingkung ayam, hingga kuliner olahan mie khas seperti mie lethek dan miedes menjadi bukti nyata perlindungan aset tradisi yang menjaga cita rasa lokal tetap hidup, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Bantul menerima penghargaan bergengsi yang diserahkan langsung oleh Kepala Balai Kebudayaan Wilayah 13 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Riris Purnamasari SS MA. Penyerahan penghargaan ini menegaskan bahwa pelestarian kuliner telah masuk ke ranah kebudayaan, bukan sekadar urusan pariwisata atau perdagangan. “Pelestarian kuliner ini sudah menyangkut eksistensi bangsa. Mudah-mudahan kebudayaan kita terus maju,” ujar Riris Purnamasari.

img_title QRIS Karanganyar Meledak Rp1,29 Triliun, Pajak dan Retribusi Mulai Didorong Masuk Sistem Digital

Selain Bantul, Kabupaten Kulonprogo juga mendapat apresiasi atas visi kuat dan keberpihakan dalam menggerakkan ekosistem kuliner mikro lokal. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah berhasil mendobrak kelas usaha kecil yang sebelumnya terjebak dalam jaringan pasar tradisional. Kulonprogo juga memperkuat rantai pasok gastronomi daerah dengan mengangkat potensi kopi lokal dari hulu ke hilir, seperti kopi Menoreh dan kopi Roro.

Halaman Selanjutnya
img_title