GJLS: Berapi-Api, Persahabatan dan Tawa yang Membakar Semangat
- jogja.viva.co.id/ Fuska Sani Evani
VIVA Jogja - Film terbaru garapan Monty Tiwa berjudul GJLS: Berapi-Api menghadirkan kisah hangat tentang persahabatan, kegagalan, dan mimpi yang tak pernah padam. Dibintangi trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, film ini menyuguhkan perpaduan komedi khas GJLS dengan drama yang menyentuh hati. Kehadiran Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani, Ebel Cobra, hingga Grace Emmanuela semakin memperkaya dinamika cerita yang penuh warna.
Kisahnya berpusat pada tiga sahabat masa kecil yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. Namun, kegagalan mereka di akademi membuat mimpi itu seakan pupus. Alih-alih bergabung dengan tim utama, mereka hanya diberi tugas-tugas sepele yang membuat mereka dipandang sebelah mata. Situasi ini mendorong mereka mencari jalan pintas, hingga akhirnya terjebak dalam misi berbahaya menyelamatkan anak-anak dari sindikat kriminal. Di balik kelucuan yang tak henti, film ini menyimpan pesan tentang keberanian, kerja sama, dan menerima kekalahan sebagai bagian dari perjalanan hidup.
Antusiasme penonton terhadap GJLS: Berapi-Api sudah terasa jauh sebelum tanggal rilis resmi. Pada Senin, 19 Oktober 2026, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang menggelar special screening di Jogja City XXI. Para penonton berkesempatan menyaksikan film lebih awal sekaligus berinteraksi langsung dengan para pemeran utama, yakni Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, dan Aurra Kharisma. Kehadiran mereka menambah semarak suasana, membuat penonton merasakan kedekatan emosional dengan para tokoh yang mereka perankan.
Respon positif pun bermunculan. Seorang penonton mengaku awalnya mengira film ini akan penuh kekacauan tanpa arah, namun justru menemukan formula komedi yang dibawakan dengan hati. “Kali ini GJLS sudah bisa membawa kelucuan mereka, tapi juga menyentuh hati penonton,” ujarnya. Monty Tiwa sebagai sutradara menekankan bahwa film ini berbeda dari karya GJLS sebelumnya. Jika film pertama cenderung absurd dan hanya bisa dinikmati oleh penggemar setia, kali ini formula komedi diramu agar lebih universal. Tema pemadam kebakaran dipilih karena dianggap dekat dengan kehidupan masyarakat. Banyak kejadian lucu dan unik yang melibatkan petugas damkar, mulai dari penyelamatan hewan hingga panggilan darurat yang tak terduga. Hal-hal inilah yang menjadi celah komedi sekaligus relevan bagi penonton dari berbagai kalangan.
Proses produksi film ini juga penuh cerita menarik. Para pemeran harus menjalani pelatihan layaknya petugas damkar sungguhan. Mereka berlatih menangkap ular, mengenakan jaket pemadam seberat 10 hingga 20 kilogram, hingga menghadapi api besar yang membumbung setinggi lima meter. Rigen, Rispo, dan Hifdzi bahkan mengaku benar-benar ketakutan saat harus berhadapan dengan ular kobra di ruangan kecil. Adegan itu bukan sekadar akting, melainkan pengalaman nyata yang membuat mereka semakin menghargai profesi pemadam kebakaran. Carissa Perusset dan Aurra Kharisma yang berperan sebagai pelatih juga ikut merasakan beratnya latihan, meski tetap menjaga profesionalisme di depan kamera.
Selain itu, ada kisah ringan yang terjadi di balik layar. Ketiga komika ini sering kali ditegur tim wardrobe karena kostum mereka mulai terasa sempit akibat kebiasaan jajan saat syuting. Cuaca hujan yang sering menghambat jadwal membuat mereka mengisi waktu dengan membeli bakso atau makanan lain. Hal-hal kecil seperti ini menambah keakraban di antara para pemain, sekaligus memperkuat chemistry yang terlihat di layar.
Film ini juga menghadirkan sentuhan musik dari Barasuara dengan lagu “Api & Mimpi” sebagai soundtrack utama. Lagu tersebut merangkum semangat film: tentang mimpi yang tak pernah padam meski sering dihadang kegagalan. Dengan durasi 1 jam 50 menit, format Dolby Digital, dan rasio layar sinematik 2.35:1, GJLS: Berapi-Api siap memberikan pengalaman menonton yang lengkap, dari tawa hingga haru.
Produser film menegaskan bahwa tujuan utama karya ini adalah menghadirkan komedi yang bisa dinikmati semua kalangan, bukan hanya penggemar GJLS. Reaksi penonton di special screening menjadi bukti bahwa formula baru ini berhasil. Tawa pecah di sepanjang film, namun di saat yang sama penonton juga merasakan kehangatan persahabatan yang tulus. “Kami cukup bahagia melihat reaksi penonton. Sesuai dengan harapan, komedi GJLS kali ini bisa diterima lebih luas,” ungkapnya.
GJLS: Berapi-Api akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026. Dengan dukungan rumah produksi Amadeus Sinemagna, Emtek Media, Legacy Pictures, dan Virtuelines Entertainment, film ini diharapkan menjadi salah satu tontonan keluarga yang menghibur sekaligus menyentuh. Kehadiran deretan komika dan aktor muda berbakat menjanjikan sebuah sajian segar di tengah industri film Indonesia.
Lebih dari sekadar komedi, film ini adalah perayaan persahabatan dan mimpi yang tak pernah padam. GJLS berhasil membuktikan bahwa di balik tawa, ada pesan mendalam tentang keberanian menghadapi hidup. Dengan segala keseruan, kehangatan, dan kisah inspiratifnya, GJLS: Berapi-Api layak menjadi salah satu film yang dinantikan akhir tahun ini.