Festival Multifaset Musik Elektronik dan Eksperimental Dikelola Gotong-royong
- Istimewa
VIVA Jogja - Sebuah proyek yang bersinggungan antara musik elektonik dan eksperimental, “Gaung“, yang didirikan tahun 2024 oleh tiga produser dan seorang curator berbasis di Yogyakarta, yakni Ari Wulu, Andreas Siagian, dan Wok The Rock, telah dimulai sejak 14 Maret 2025 lalu dengan Gaung Rumakit.
Kenduri dan musyawarah bersama organ-organ skena musik elektronik dan eksperimental yang merupakan rekan kerja dan belajar bersama dalam mengelola rangkaian linimasa program Gaung.
Para pendiri Gaung yang aktif di skena musik elektronik dan eksperimental sejak akhir 1990-an lewat kolektif-kolektif music “Gayam 16, Instrumentasia, dan Yes No Klub” mendapat hawa baru dengan bergabungnya penyanyi-penulis lagu dan peneliti Leilani Hermiasih di tahun 2025.
Gaung, dirancang sebagai catu daya dan stasiun jaringan kerja bagi dunia musik elektronik yang dinamis yang dioperasikan dalam bentuk festival musik. Bekerja secara modular, memberdayakan dan menghubungkan komunitas, inisiatif, dan projek musik untuk secara kolektif menyelenggarakan penelitian, seminar, lokakarya, pertunjukan dengan beragam skala dan bentuk di berbagai lokasi di Yogyakarta.
Platform kerja ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerja budaya yang berkelanjutan, dengan mengadopsi model kerja gotong-royong. Masuk pada program terdekatnya, 6-7 Mei 2025 ini, Gaung RTFM, program diskusi publik dengan ragam model, ceramah, percakapan, debat, ataupun musyawarah, sebagai pelatar pengembangan diskursus relevan di skena musik elektronik dan eksperimental.
Menyusul Gaung Ignition (27 Juli 2025) sebuah program perkenalan dalam bentuk presentasi dan sosialisasi tentang GAUNG. Program ini diiringi dengan pertunjukan musik skala kecil menampilkan beberapa talent dari skena musik elektronik. Dan pada 10-17 Agustus 2025 mendatang.
Gaung Gumaung menjadi sebuah selasar modular yang mengamplifikasi seri konser musik, pelatar berjejaring, pameran, ruang dengar, dan pasar tiban. Program ini digelar selama 7 hari bekerjasama dengan beragam rekan kolektif. Hingga akhirnya program Salon Gaung yang akan digelar 27 Agustus 2025, sebuah program lokakarya yang berfokus pada pengembangan keterampilan teknis produksi audio, penciptaan karya, hingga tata kelola.
Program Terdekat
Gaung RTFM merupakan program diskusi publik yang dapat berformat ceramah, percakapan, debat, ataupun musyawarah. Program ini dirancang sebagai ruang pengembangan diskursus relevan di skena musik elektronik dan eksperimental. RTFM sendiri merupakan singkatan dari ujaran “Read The Fing Manual” yang dilontarkan oleh anggota forum-forum online dalam diskusi tentang pengoperasian instrumen.