Hadirkan Pernik Kerajinan Limbah Kayu, Zum Art Gallery Padukan Nuansa Etnik Kudus

Zumi Art Gallery hasilkan kerajinan tangan etnik dari limbah kayu jati
Sumber :

KUDUS,VIVAJogja - Keriuhan arena Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus setiap Minggu pagi, ada satu sudut yang menarik perhatian pengunjung yang lalu lalang. 

img_title Timnas Garuda Putri U16 Terpikat Safin Pati Sports School U14, Latihan Bersama Jelang Laga Internasional

Bukan karena suara musik atau atraksi panggung. Melainkan meja sederhana yang penuh dengan pernak-pernik kayu jati sisa furniture export/import. 

Di sanalah Zumi Art Gallery, satu-satunya UMKM yang menawarkan kerajinan tangan etnik dari kayu jati sisa yang menjadi perhatian setiap pengunjung yang melewatinya.

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Berbagai kerajinan kayu karya Zumi Art Gallery di CFD Alun-alun Kudus

Photo :
  • -

Zumi Art Gallery bukan sekadar lapak UMKM biasa. Di balik setiap produk kerajinan seperti gantungan kunci, hiasan dinding, puzzle edukatif, hingga mobil-mobilan kayu yang terpajang rapi.

img_title Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkab Kudus Gelar Doa Bersama

Selain itu, tersimpan kisah inspiratif tentang kreativitas, keberanian mengambil langkah baru, dan kecintaan terhadap budaya local di Kota Kretek.

Sang perintis Zumi Art Gallery, Fahzumi, memang bukan orang baru dalam dunia kayu. Ia telah lebih dari 20 tahun berkecimpung sebagai karyawan perusahaan furniture ekspor-impor di Kabupaten Jepara.

Ketika hasrat untuk pensiun muncul, ia tidak serta-merta ingin beristirahat sepenuhnya. Justru dari tumpukan kayu jati bekas di tempat kerjanya, ide itu muncul.

“Daripada terbuang, saya pikir bisa dijadikan sesuatu yang bernilai. Lalu saya mulai menggambar desain dan kerja sama dengan pengrajin untuk memotong sesuai bentuk,” ujar Fahzumi.

Lahir lah karya-karya bernuansa etnik, mulai dari gantungan kunci bergaya tradisional, hiasan meja, mainan edukatif untuk anak-anak hingga cindramata yang cocok sebagai buah tangan.

Tak hanya indah, produk-produk ini juga mengusung misi lingkungan: mengolah limbah kayu jati menjadi barang bernilai jual tinggi.

Karya Fahzumi pun mendapat perhatian khusus saat Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris meninjau CFD. Bupati Samani menyempatkan mampir dan berbincang langsung dengan Fahzumi.

“Saya bangga ada warga Kudus yang bisa memanfaatkan limbah menjadi kerajinan bernilai tinggi. Ini harus kita dukung,” tutur Sam’ani.

Sebagai bentuk apresiasi, Fahzumi memberikan salah satu karyanya kepada Bupati Sam’ani. Sebuah hiasan meja berbentuk daun tembakau, simbol dari Kota Kudus yang dikenal sebagai Kota Kretek.

Halaman Selanjutnya
img_title