Sineas Muda Unjuk Gigi, Penonton Tumpah Ruah di Pekan Film Tegal
- IST
TEGAL, diswayjateng.id –Gelombang kreativitas anak muda Tegal siap mengguncang layar lebar di Pekan Film Tegal 2025 yang digelar selama tiga hari, 12–14 Juni 2025, di Gedung Dadali, Komplek Pemkab Tegal.
Sebanyak empat film pendek lokal bertajuk Brangasan, Sumirah, Tabah, dan Wathek bakal tayang dalam empat sesi pemutaran tiap hari, baik siang maupun malam.
“Pekan Film Tegal ini gratis, tanpa dipungut biaya apa pun,” tegas Marjo Klengkam Sulam, Ketua Yayasan Desa Sinema Kepunduhan, Selasa 11 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi ke-424 Kabupaten Tegal, dan ditujukan sebagai ruang ekspresi serta apresiasi bagi sineas lokal yang selama ini hanya berkarya dalam bayang-bayang.
Sesi siang disiapkan untuk pelajar dari 12 sekolah SMP dan SMA di wilayah Kecamatan Slawi, mulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB.
Sedangkan sesi malam terbuka untuk umum, komunitas, dan kalangan mahasiswa dari berbagai kampus seperti IAI Bakti Negara Tegal, Universitas Bhamada Slawi, Politeknik Harapan Bersama, hingga Universitas Pancasakti Tegal.
“Minat penonton luar biasa, makanya kami tambahkan satu sesi ekstra pukul 17.00 WIB, bahkan OPD minta jadwal khusus hari Jumat pagi,” ungkap Marjo penuh semangat.
Pekan Film Tegal ini menjadi ajang langka dan berharga di tengah minimnya akses pemutaran film lokal berkualitas di daerah.
Gedung Dadali yang berkapasitas 80 kursi telah disulap menjadi ruang intim dengan atmosfer bioskop alternatif, lengkap dengan kupon khusus sebagai tiket masuk.
Antusiasme komunitas film dan pelajar menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tegal sebenarnya sangat haus tontonan yang relevan dan menyentuh realitas mereka sendiri.
“Kalau ada permintaan lagi, kami siap menyesuaikan jam maupun lokasi,” tambah Marjo, menandakan komitmen kuat pihak penyelenggara dalam merawat ekosistem film lokal.
Agenda tiap hari diatur dalam empat sesi tetap, yaitu pukul 12.30–14.00 WIB, 14.00–15.30 WIB, 15.30–17.00 WIB, dan 19.30–21.00 WIB.
Dengan narasi yang membumi dan visual yang menyengat, keempat film karya sineas lokal itu membuktikan bahwa kreativitas anak muda Tegal tidak bisa dipandang sebelah mata.
Yang menarik, film-film ini tidak hanya mengangkat tema sosial dan budaya lokal, tapi juga memotret realitas kontemporer dengan gaya sinematik yang berani dan otentik.