Bedhol Kedhaton dan Gelar Budaya Simbol Pelestarian Budaya, Warnai Hari Jadi ke-200 Wonosobo
- Ari Sunandar
WONOSOBO, VIVAJogja - Perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo tahun ini dimeriahkan tradisi sakral Bedhol Kedhaton dan gelar budaya yang digelar di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto.
Pagelaran tradisi kearifan lokal masyarakat Pegunungan Dieng ini menjadi rangkaian wajib saat peringatan dua abad usia Kabupaten Wonosobo.
Ritual dipimpin Bupati Wonosobo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Prosesi dimulai dengan pengambilan mata air Tirto Perwitosari dari Tuk Sampang, Desa Plobangan, yang dilakukan oleh para sesepuh desa.
Prosesi pengambilan mata air Tirto Perwitosari dari Tuk Sampang Wonosobo
- Ari Sunandar
Air suci tersebut kemudian dikirab dan diarak berjalan kaki hingga diserahkan kepada bupati pada malam harinya sebagai simbol awal perayaan.
Selain itu, prosesi juga mencakup ziarah ke Makam Ki Ageng Wanasaba, tokoh sejarah dan spiritual penting dalam perkembangan budaya dan pemerintahan di Wonosobo.
Pada kesempatan ini, jajaran Forkompimda melakukan doa dan tabur bunga sebagai penghormatan atas jasa para leluhur. Ki Ageng Wanasaba yang bernama asli Kyai Ageng Ngabdullah, dikenal sebagai pemimpin karismatik dan waliyullah.
Ia pernah melakukan perjalanan panjang mencari ilmu sekaligus menyebarkan Islam. Ia juga merupakan keturunan Prabu Brawijaya V dari Majapahit, serta putra Raden Bondan Kejawan, Lembu Peteng.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur melalui perilaku berbudaya dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya asli Wonosobo sebagai jati diri dan kekuatan pembangunan," ujar Afif .
Afif menyebut bahwa Bedhol Kedhaton bukan sekadar upacara adat. Namun simbol transformasi dan tonggak awal kemajuan Wonosobo sebagai pusat pemerintahan dan budaya.
Prosesi ini juga memperingati perpindahan pusat pemerintahan dari Plobangan ke lokasi saat ini, yang menjadi fondasi sejarah Kabupaten Wonosobo.
"Kita wajib bangga dan terus merawat warisan budaya yang menjadi kekuatan pembangunan," ucap Afif.
Tema Hari Jadi Wonosobo tahun ini yakni Dwi Abad Wonosobo, Kukuh ing Tembayatan, Unggul ing Samukawis, Tumuju Wonosobo Raharjo, Adil, lan Makmur’.
"Tema ini menjadi semangat sinergi antara pemerintah dan masyarakat mewujudkan Wonosobo yang berbudaya, adil, dan makmur," tambahnya.