Konser Maestro: Jejak Abadi Tiga Tokoh Seni Warnai Yogyakarta Gamelan Festival ke-30

Jejak Tiga Maestro di Yogyakarta Gamelan Festival ke-30
Sumber :
  • Dok Panitia

VIVA Jogja - Hari ketiga penyelenggaraan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2025 memancarkan cahaya penghormatan lewat Konser Maestro, sebuah persembahan untuk mengenang warisan tiga maestro seni Indonesia: Sapto Raharjo, Harry Roesli, dan Djaduk Ferianto.

img_title GAUNG Gumaung 2026 Hidupkan Yogyakarta dengan Pekan Musik Elektronik

Konser ini bukan sekadar panggung musikal. Ia menjadi ruang reflektif yang menghidupkan kembali dedikasi para maestro dalam mentransformasi gamelan sebagai media ekspresi lintas zaman dan budaya.

Sapto Raharjo dengan gamelan dalam Eksperimen dan Tradisi, Harry Roesli, simbol Kebebasan dan Djaduk Ferianto, Menjembatani Tradisi dan Modernitas.

img_title DIY Kokoh di Puncak Nasional, Pendidikan Jadi Kebanggaan Awal Tahun

Komunitas Gayam 16 membawakan tujuh karya terbaik sang pionir gamelan kontemporer. Angka tujuh dalam budaya Jawa dimaknai sebagai simbol pertolongan (pitulungan), nasihat (pitutur), dan hasil baik (pituwas), menegaskan kehadiran spiritual warisan Sapto dalam festival ini.

Rumah Musik Harry Roesli menampilkan karya penuh semangat kebebasan sang komponis legendaris. Penampilan mereka ditutup dengan aksi teatrikal yang menggetarkan: mikrofon kosong disorot cahaya, diiringi suara rekaman almarhum menyanyikan “Jangan Menangis Indonesia.” Simbol bahwa meski raganya tiada, suaranya tetap menjadi bagian dari kesadaran kolektif bangsa.

img_title Yogyakarta Rayakan Tahun Baru dengan Aman, Kapolda DIY Apresiasi Masyarakat

Dan KuaEtnika menghidupkan semangat Djaduk lewat eksplorasi musik etnik dan kontemporer. Karya seperti “Sesaji Nagari” memadukan gaya etno-jazz, blues, dan eksperimental dari berbagai budaya Indonesia dan mancanegara, menjadi jawaban artistik atas tantangan zaman.

Penampilan ketiga kelompok ditutup dengan penyerahan bouquet kepada perwakilan masing-masing, menandai haru sekaligus penghormatan mendalam atas kontribusi abadi para maestro.

Gelaran Konser Maestro ditutup dengan penyerahan bouquet kepada perwakilan tiga penampil. Konser Maestro menjadi pengingat bahwa gamelan bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga suara kebebasan, perlawanan, dan kemanusiaan. Melalui karya-karya para maestro, kita belajar bahwa seni tradisi tidak pernah statis, ia tumbuh, berdialog, dan terus menemukan bentuk barunya.

Yogyakarta Gamelan Festival 2025 melalui konser ini mempersembahkan penghormatan mendalam pada para perintis yang telah membuka jalan dan menyalakan cahaya untuk generasi penerus.

Kolaborasi Musik dan Cahaya

Di luar Grha Budaya, hadir Sorot Sumirat, program video mapping inovatif yang menjalin kolaborasi antara musik dan seni cahaya. Karya visual ditampilkan di bidang tak biasa dan digarap oleh jaringan seniman Gayam16 bersama LZY, ARAFURA, Lepaskendali Labs, dan lainnya. Epson turut mendukung sebagai Official Projector Partner, menambah kualitas artistik pertunjukan.

Halaman Selanjutnya
img_title