Meditasi di Candi Prambanan: Samadha Miracle of Mind Gaungkan Kesehatan Mental dan Spiritualitas Nusantara
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dalam semangat memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia yang jatuh setiap 10 Oktober, InJourney Destination Management (IDM) menggandeng Isha Foundation untuk menghadirkan program meditasi bertajuk Miracle of Mind di kawasan Candi Prambanan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pra-peluncuran Samadha, sebuah inisiatif wellness yang akan digelar di destinasi heritage Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.
Berlangsung di Rama Shinta Garden Resto, kompleks Ramayana Ballet Prambanan, pada Minggu (12/10/2025), kegiatan ini diikuti secara gratis oleh 200 peserta dari Yogyakarta dan sekitarnya. Di tengah lanskap budaya yang sakral, para peserta diajak untuk menyelami keheningan batin dan menyadari pentingnya kesehatan mental sebagai bagian tak terpisahkan dari kesejahteraan hidup.
Direktur Komersial IDM, Gistang Richard Panutur, menjelaskan bahwa Miracle of Mind merupakan bagian dari visi besar Samadha untuk mengintegrasikan elemen spiritual dan wellness dalam pengembangan destinasi pariwisata. “Kami percaya bahwa situs warisan seperti Candi Prambanan memiliki potensi transformatif yang mendalam. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan pengalaman batin yang menenangkan sekaligus menghubungkan warisan budaya Indonesia dengan praktik spiritual universal,” ujarnya.
Dipandu langsung oleh instruktur senior Isha Foundation, Suchita Raman, peserta diajak mempraktikkan teknik meditasi sederhana seperti Isha Kriya dan Upa-Yoga. Latihan ini dirancang untuk membantu peserta mencapai kejernihan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan keseimbangan emosional. Sejak pagi, meditasi dimulai dengan latar pemandangan Candi Prambanan yang disinari matahari terbit, menciptakan suasana kontemplatif yang mendalam.
Sesi dilanjutkan di Gedung Trimurti, tempat peserta diajak merasakan metode Isha Kriya yang menekankan elemen keheningan. Meditasi diakhiri dengan duduk dalam diam selama lima menit, mata tertutup, dan fokus pada ruang di antara kedua alis—sebuah teknik yang diyakini mampu mengintegrasikan proses meditasi secara utuh.
Gistang menambahkan bahwa Samadha terinspirasi dari nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam situs Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. “Di dunia yang serba cepat ini, ketenangan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Kami berharap peserta dapat membawa pulang teknik praktis yang memungkinkan mereka menjalani hidup dengan lebih seimbang dan penuh sukacita,” tuturnya.