Gubernur Jateng Kirim Gamelan ke Lampung, Rawat Jejak Budaya Transmigran Jawa
- VIVA Jogja/Humas Pemprov Jateng
LAMPUNG, VIVA Jogja — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berencana mengirimkan satu set perangkat gamelan untuk masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Desa tersebut mayoritas dihuni warga transmigran dan keturunan asal Jawa Tengah. Ahmad Luthfi menyampaikan, pengiriman gamelan akan difasilitasi melalui Direktur Utama Bank Jateng.
Bantuan ini dimaksudkan sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa yang telah mengakar kuat di Desa Bagelen.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah dan Lampung memiliki keterkaitan sejarah dan sosial budaya yang panjang. Sebagian besar penduduk Lampung merupakan keturunan Jawa, terutama dari Jawa Tengah, seiring program transmigrasi yang telah berlangsung puluhan tahun lalu.
Ia menegaskan pentingnya merawat jejak sejarah tersebut melalui pelestarian budaya, sekaligus mengajak masyarakat perantauan asal Jawa Tengah untuk terus menyesuaikan diri dan hidup berdampingan secara harmonis dengan budaya lokal di daerah tempat tinggalnya.
“Masyarakat sudah membangun kehidupan di Lampung. Maka di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, artinya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat,” ujarnya saat berdialog dengan warga di Balai Desa Bagelen, Rabu (7/1/2026).
Bantuan gamelan tersebut merupakan respons atas aspirasi Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, yang berharap adanya kenang-kenangan sekaligus penghubung budaya dengan Jawa Tengah.
Menurutnya, perangkat gamelan sangat berarti untuk menghidupkan tradisi seni di desa. Selama ini, Desa Bagelen secara konsisten menggelar pagelaran wayang kulit setiap peringatan hari jadi desa.
Tradisi tersebut telah berlangsung sejak desa berdiri pada 1905 dan terus dilestarikan hingga kini sebagai wujud kebanggaan masyarakat dalam menjaga budaya Jawa, selaras dengan penghormatan terhadap budaya lokal setempat.