Cahaya Kecil di Kotagede: Aileen Gallery dan Lukisan Anak yang Menyapa Yogya
- Istimewa
VIVA Jogja - Di sebuah rumah di Jalan Karanglo Purbayan, Kotagede, suara gong bergema menandai lahirnya sebuah ruang seni baru. Aileen Gallery resmi dibuka, sekaligus menjadi panggung bagi pameran Solo Art Exhibition ke-5 karya pelukis cilik Aileen Nathania Pranata.
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir sore itu, Rabu (07/01/2026). Ia menyebut kehadiran galeri ini sebagai bukti nyata bahwa Yogyakarta terus bergerak memperkuat identitasnya sebagai kota seni dan budaya. “Kita memang concern untuk kemajuan kota, khususnya seni. Industri kreatif dan seni harus terus tumbuh,” ucapnya.
Yang membuat pameran ini berbeda adalah usia sang pelukis. Aileen baru duduk di bangku kelas 4 SD, namun goresan tangannya sudah menampilkan karakter yang khas. Sejak usia enam tahun ia mulai melukis, dan kini, di usia sebelas, ia menghadirkan retrospeksi perjalanan kreatifnya. Tema pameran kali ini, Cita Arkatama, bermakna cahaya bagi keluarga.
Di dinding galeri, wajah anime, hewan, dan figur manusia berjejer. Salah satu lukisan paling berkesan bagi Aileen adalah Sumbu Filosofi dari sosok perempuan Jawa menari dengan latar Gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, papan jalan Malioboro, gamelan, dan keris. “Inspirasi bisa dari foto atau apa saja. Yang paling berkesan ya lukisan ini, karena ada budayanya Yogya,” kata Aileen dengan mata berbinar.
Wawan menambahkan, karya-karya Aileen layak mendapat dukungan lebih luas. “Kalau ada pameran yang lebih besar, kita bisa fasilitasi di Taman Budaya Embung Giwangan. Sentuhan lukisannya sudah punya sesuatu yang khas,” ujarnya sambil menatap kanvas-kanvas kecil itu.
Tak hanya pemerintah, seniman dan akademisi pun memberi apresiasi. Hajar Pamadhi, pelukis sekaligus kurator, menyebut kemampuan Aileen melampaui anak seusianya. “Anak usia sebelas biasanya baru belajar menggambar dengan baik. Aileen sudah melepaskan teori, langsung mengekspresikan sesuai perasaannya. Ia mulai dari mata, membaca karakter, lalu menjadikannya sosok. Itu luar biasa,” ungkapnya.
Kehadiran Aileen Gallery bukan sekadar ruang pamer. Ia menjadi destinasi baru di Kotagede, tempat seniman bisa bersantai, berdiskusi, dan merayakan seni. Pemerintah Kota Yogyakarta melihatnya sebagai potensi yang mendukung rencana menjadikan Kotagede sebagai kota lama yang hidup kembali dengan denyut seni.