AKDjok Dikukuhkan, Keroncong Yogya Kian Dilirik Anak Muda
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Musik keroncong di Yogyakarta menunjukkan geliat baru. Ketertarikan generasi muda terhadap genre musik tradisional ini dinilai semakin menguat dan membuka peluang besar bagi upaya pelestarian sekaligus pengembangannya agar tetap relevan dengan zaman.
Momentum tersebut ditandai dengan pengukuhan Asosiasi Keroncong Djokjakarta (AKDjok) yang berlangsung di Mili Shaggydog Cafe, Yogyakarta, Kamis (15/1). Acara ini dihadiri para seniman keroncong, pegiat seni, budayawan, serta komunitas musik lintas generasi, termasuk dukungan dari band asal Yogyakarta, Shaggydog.
Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat generasi muda dalam menghidupkan kembali musik keroncong. Menurutnya, perkembangan komunitas keroncong di Kota Yogyakarta saat ini tergolong luar biasa dan layak mendapatkan perhatian serius.
Ia menuturkan, aktivitas keroncong kini tidak hanya berkembang dalam bentuk klasik, tetapi juga dalam format alternatif yang lebih segar. Bahkan, hampir di setiap kampung terdapat kelompok yang rutin berlatih keroncong, meski masih membutuhkan ruang interaksi dan wadah yang terorganisasi.
“Banyak anak muda yang dengan sukarela berkeliling untuk mengenalkan keroncong ke berbagai tempat. Ini menjadi sinyal positif yang patut kita dukung,” kata Wawan.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Ia juga membuka peluang kolaborasi lintas genre, termasuk dengan musik rock, sebagai strategi menarik minat generasi muda.
“Terbentuknya AKDjok merupakan awal yang baik. Harapan kami, asosiasi ini bisa langgeng. Secara pribadi, saya siap menjadi pembina dan mendukung penuh. Musik adalah sarana diplomasi budaya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua AKDjok, Suroso Khocil Birawa, menjelaskan bahwa pengukuhan asosiasi ini melibatkan sekitar 40 undangan dari kalangan seniman dan pegiat seni, serta terbuka bagi masyarakat umum. AKDjok diharapkan menjadi ruang bersama untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan berkarya dalam ekosistem keroncong.
AKDjok juga telah merancang program rutin bulanan setiap tanggal 15 sebagai wadah edukasi dan ekspresi keroncong. “Tagline kami adalah edukasi dan kreasi keroncong. Kami juga mendapat dukungan tempat dari Bentara Budaya,” ungkap Suroso.