Jejak Sejarah Tersembunyi Sendang Surocolo di Perbukitan Pundong Bantul

Sendang Surocolo di Perbukitan Pundong Bantul
Sumber :
  • Istimewa
<
img_title Bupati Witiarso Usulkan APBD 2027 Rp2,5 Triliun, Lima Isu Strategis Jadi Prioritas
p>
img_title Rumah Masa Kecil Etik Suryani Tak Luput dari Penggeledahan KPK, Dua Koper Dibawa Penyidik

VIVA Jogja - Perbukitan karst di Dusun Poyahan, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, menyimpan sebuah jejak sejarah yang jarang diketahui wisatawan. Di ketinggian sekitar 357 meter di atas permukaan laut, berdiri sebuah situs cagar budaya bernama Gua Surocolo, yang oleh masyarakat juga disebut Gua Sunan Mas.

Meski belum sepopuler Pantai Parangtritis yang hanya berjarak sekitar 7 kilometer, kawasan ini menawarkan pesona alam sekaligus kisah sejarah yang membuat pengunjung seakan diajak menembus lorong waktu. Menurut cerita yang berkembang, gua ini pernah menjadi tempat persembunyian Sunan Amangkurat III atau Sunan Amangkurat Mas ketika berkonfrontasi dengan Belanda. Sebagian masyarakat percaya gua ini dibangun sendiri oleh sang raja sebagai tempat pertapaan.

img_title Golkar Karanganyar Bangun Mesin Politik Berbasis Data dan AI, Siapkan Strategi Menuju Pemilu 2029

Memasuki kompleks Gua Surocolo, pengunjung akan menemukan dua struktur gua. Gua pertama berbentuk ruangan dengan panjang 8,72 meter, lebar 6,21 meter, dan tinggi 2,35 meter. Mulut gua menghadap utara dengan lebar 1,31 meter dan tinggi 1,20 meter. Di sebelah barat, terdapat gua kedua berbentuk ceruk terbuka dengan ukuran serupa. Di depan pintu masuk gua pertama, tersusun 17 batu andesit yang berfungsi sebagai landasan jalan dan penanda sisi, beberapa di antaranya berdiri tegak menambah kesan monumental.

Tak hanya gua, kawasan ini juga memiliki tiga buah sendang atau kolam air, dua pohon besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun, serta sebuah pendopo sederhana. Pohon Kepuh dan Randu Alas yang menjulang tinggi di area kompleks menambah nuansa sakral sekaligus kesejukan alami. Pada musim penghujan, sendang-sendang tersebut terisi air jernih dari sumber mata air yang mengalir melalui dua jaladwara atau pancuran, sebelum bermuara ke sendang terbesar. Airnya yang bening sering dimanfaatkan warga sekitar, terutama anak-anak, untuk bermain dan berenang.

Menurut data Dinas Kebudayaan DIY, Gua Surocolo telah ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya yang dilindungi sejak 2018. Meski belum banyak dikunjungi wisatawan, kawasan ini mulai dilirik sebagai destinasi alternatif. Catatan Dinas Pariwisata Bantul menunjukkan bahwa jumlah kunjungan ke situs ini meningkat rata-rata 15 persen per tahun sejak 2020, terutama oleh wisatawan domestik yang tertarik pada wisata sejarah dan spiritual.

Halaman Selanjutnya
img_title