Kisah di Balik Perlindungan Tenun Troso Jepara : Jangan Ambil Karya Kami

Tumpukan lembaran tenun Troso dengan beragam motif menarik
Sumber :

JEPARA, VIVAJogja- Deru alat tenun bukan mesin (ATBM) terdengar dari hampir setiap sudut Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara

img_title PPP Jepara Bertaruh pada Trio Gus Haiz, Agus Sutisna, dan Lusiana Hadapi Pemilu 2029

Ritme kayu yang beradu itu bukan sekadar bunyi. Melainkan denyut ekonomi yang telah menghidupi ribuan keluarga selama puluhan tahun di desa setempat. 

Rupanya, di tengah suara ritmis itu, ada satu figur yang langkahnya menentukan masa depan Tenun Troso: H. Abdul Jamal, Sekretaris Desa Troso sekaligus Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Troso. 

img_title Penggabungan DPUPR dan Disperkim Disahkan, DPRD Minta Efisiensi Tak Korbankan Pelayanan

Abdul Jamal Ketua MPIG Tenun Troso Jepara

Photo :
  • -

Bagi masyarakat Troso, Jamal bukan hanya pejabat desa. Ia adalah “penjaga gerbang” yang memastikan identitas budaya tidak hilang direbut zaman dan dirampas oleh pihak lain. 

img_title Bupati Jepara Tinjau Situs Diduga Peninggalan Ratu Kalinyamat, Siap Dukung Cagar Budaya

Namun perjalanan ini bukan dimulai dari ruang rapat. Melainkan dari sebuah pengalaman yang membuatnya terhenyak. 

Jamal bercerita pernah membuat desain motif kain tenun untuk interior rumah Ratu Elizabeth. 

“Setelah dibeli, saya diberi tahu: Pak, motif ini sudah saya patenkan. Tolong jangan dibuat lagi. Kalau saya membuat ulang, saya bisa dituntut, " ucap Jamal. 

Warga Desa Troso mempertahankan peralatan tenun manual

Photo :
  • -

Pesanan bernilai sekitar seratus juta itu cukup besar di tahun 2010. Hal itu membuatnya sadar, bahwa perlindungan hukum bagi pelaku UMKM lemah. 

“Ternyata perlindungan secara hukum UMKM (Tenun Troso) kita lalai,” terang Jamal. 

Pengalaman pahit itu membuka mata Jamal, bahwa Troso membutuhkan benteng hukum. Ia tidak ingin motif dan identitas budaya kampung halamannya menjadi korban ketidaktahuan.

Jamal kemudian menggandeng rekan-rekannya di pemerintahan desa dan kabupaten.

Ia lalu difasilitasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, mempelajari mekanisme hak kekayaan intelektual.

Kemudian ia menyusun dokumen yang kelak menjadi dasar berdirinya MPIG Tenun Ikat Troso Jepara.

MPIG lalu mulai merumuskan motif-motif khas Troso. Tidak ada motif warisan kuno; yang ada adalah kreativitas dari pengamatan lingkungan. 

Empat dukuh di Desa Troso yakni Kedawung, Ampel, Belik dan Sicengkir, menjadi sumber ilham. Bambu, aliran sungai, teratai, sawah, hingga batu alam diterjemahkan menjadi identitas visual Tenun Troso.

“Motif kedawung ya bambu, Ampel ya sawah dan Masjid Mantingan, Belik ya sungai dan teratai, Sicengkir banyak batu alam,” benernya. 

Halaman Selanjutnya
img_title