Gotong Toa Pe Kong Klenteng Hok Ie Kiong Digelar Sederhana Demi Ramadan

Klenteng Hok Ie Kiong, Slawi, Kabupaten Tegal
Sumber :
  • viva jogja

TEGAL, VIVA Jogja - Aroma hio dan cahaya lampion merah menyelimuti pelataran Klenteng Hok Ie Kiong, menandai dimulainya rangkaian ritual Gotong Toa Pe Kong 2026 di tengah semangat toleransi warga Slawi.

img_title Dari Tegal untuk Jawa Tengah, Alumni UNJ Siap Kolaborasi Bangun Pendidikan

Ritual di Klenteng Hok Ie Kiong dimulai sejak Selasa, 10 Februari 2026 atau 23 Cap Ji Gwee dengan sembahyang Song Shen sebagai simbol mengantar Kongco ke langit sekaligus penyucian diri menjelang tahun baru Imlek.

Pembersihan altar Klenteng Hok Ie Kiong dilakukan teliti oleh umat sebagai lambang membersihkan batin sebelum memasuki Tahun Kuda Api yang dipercaya membawa energi perubahan.

img_title Gus Ipul di Tegal: Operator Desa Jadi Penentu Akurasi Bansos dan Pengentasan Kemiskinan

Namun suasana puncak Gotong Toa Pe Kong di Klenteng Hok Ie Kiong pada Rabu, 4 Maret 2026 dipastikan berbeda karena tandu dewa tidak akan dikirab keliling empat penjuru mata angin seperti tradisi biasanya.

Ketua Yayasan Adhi Dharma Klenteng Hok Ie Kiong, Indra Kurniawan, mengatakan prosesi tahun ini diputuskan hanya di halaman klenteng demi menghormati bulan suci Ramadan.

img_title Dari Slawi ke Dunia, Pipa Tiruan Gading Jadi Senjata Sunyi Selamatkan Gajah

“Bertepatan Ramadan, kami rayakan sederhana, esensi tetap sampai, toleransi lebih utama,” kata Indra.

Prosesi yang biasanya menyapa warga di jalan-jalan Slawi kini dibatasi demi menjaga kenyamanan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa dan salat Tarawih.

Pengurus klenteng juga memilih jadwal pukul 20.00 WIB agar tidak mengganggu aktivitas ibadah malam masyarakat sekitar.

Indra menegaskan bahwa keputusan ini bukan sekadar teknis melainkan bentuk penghormatan pada tetangga yang menjalankan ibadah.

“Kami menghormati saudara-saudara Muslim, jadi cukup di halaman klenteng saja,” ujarnya pelan di Klenteng Hok Ie Kiong.

Langkah Klenteng Hok Ie Kiong menjadi gambaran wajah inklusif Kabupaten Tegal yang selama ini dikenal hidup rukun dalam keberagaman agama dan budaya.

Rangkaian Imlek 2577/2026 juga diisi atraksi liong dan barongsai yang digelar terbatas namun tetap semarak bagi umat yang hadir.

Indra menambahkan bahwa Tahun Kuda Api membawa pesan kewaspadaan karena banyak bencana melanda wilayah Tegal dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, perayaan Imlek tidak hanya soal doa tetapi juga kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan bantuan.

“Kami ingin Imlek membawa berkah bagi semua, bukan hanya bagi kami sendiri,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title