Kotagede, Jejak Ibu Kota Pertama Mataram yang Mendunia Lewat Kerajinan Perak

Kotagede
Sumber :
  • VIVA Jogja/jogjaprov.go.id

VIVA Jogja - Di sudut tenggara Yogyakarta, berdiri sebuah kawasan bersejarah bernama Kotagede. Nama ini bukan hanya merujuk pada lingkungan tua yang sarat nilai sejarah, tetapi juga menjadi nama kecamatan administratif di Kota Yogyakarta.

img_title Soto Kemangi Unik di Kotagede: Makan Sepuasnya, Segarnya Bikin Nagih!

Kotagede menyimpan jejak penting sebagai ibu kota pertama Kesultanan Mataram yang berdiri pada abad ke-16. Dari kawasan inilah cikal bakal kekuasaan Mataram Islam berkembang dan kemudian melahirkan dinasti-dinasti besar di tanah Jawa.

Sejumlah peninggalan bersejarah masih dapat dijumpai hingga kini. Di antaranya adalah sisa-sisa kompleks keraton lama, makam para raja Mataram, masjid kerajaan, serta reruntuhan dinding pertahanan dan parit yang dahulu mengelilingi pusat pemerintahan.

img_title Kotagede, Jejak Awal Mataram: Menyusuri Kampung Tua dengan Rumah Kalang yang Ikonik

Situs makam raja-raja Mataram menjadi salah satu titik paling sakral dan banyak dikunjungi peziarah. Masjid tua di Kotagede, dengan arsitektur khas Jawa, juga menjadi simbol perpaduan budaya lokal dan Islam pada masa awal perkembangan Mataram.

Struktur bangunannya masih mempertahankan gaya tradisional dengan atap tumpang dan ornamen kayu yang sarat makna filosofis. Tak hanya dikenal karena warisan sejarahnya, Kotagede juga mendunia lewat kerajinan perak.

img_title Cara Daftar NIB UMKM Jogja 2026: Panduan Lengkap Online, 15 Menit Langsung Terbit!

Sejak berabad-abad lalu, kawasan ini berkembang sebagai sentra industri perak yang produknya dipasarkan hingga mancanegara. Gang-gang sempit di Kotagede dipenuhi rumah produksi dan galeri perak yang mempertahankan teknik tradisional berpadu desain modern.

Perpaduan antara sejarah kerajaan, arsitektur kuno, spiritualitas, dan kreativitas pengrajin menjadikan Kotagede sebagai kawasan yang unik. Ia bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang hidup yang menyimpan narasi panjang tentang kekuasaan, budaya, dan ketekunan masyarakatnya.

Kotagede hari ini tetap berdiri sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Mataram, sekaligus simbol bagaimana warisan masa lalu dapat terus hidup melalui karya dan tradisi.