Srabi Kocor, Tradisi Unik Petani Desa Bandung Memohon Hujan Saat Kemarau
- VIVA Jogja/desagirisekar.gunungkidulkab.go.id
Di tengah musim kemarau panjang yang kerap melanda wilayah pedesaan, masyarakat Desa Bandung, Playen, Kabupaten Gunungkidul masih menjaga sebuah tradisi lama yang sarat makna spiritual dan budaya.
Tradisi tersebut dikenal dengan Upacara Srabi Kocor, sebuah ritual yang dilakukan para petani dengan tujuan memohon turunnya hujan. Upacara ini biasanya dilaksanakan ketika kemarau berkepanjangan mulai mengancam lahan pertanian warga.
Waktu pelaksanaannya pun tidak sembarangan, yakni pada hari Jumat Legi dalam penanggalan Jawa. Selain sebagai permohonan hujan, ritual ini juga sekaligus menjadi momen untuk memperingati tokoh mitos desa yang dihormati masyarakat, yaitu Eyang Andansari.
Menurut cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat, Eyang Andansari adalah seorang perempuan yang berjasa bagi kehidupan warga Desa Bandung. Ia diyakini sebagai sosok yang menemukan dan membuat sendang atau sumber mata air yang hingga kini menjadi penopang kehidupan masyarakat desa.
Sendang tersebut berada di wilayah Dusun Kanoman. Dalam mitos yang dipercaya warga, Eyang Andansari digambarkan memiliki pekerjaan mencari air hingga ke laut selatan. Ia membawa air menggunakan keranjang yang berfungsi sebagai ember.
Meski secara logika keranjang yang berlubang tidak mungkin menampung air, masyarakat memaknainya sebagai simbol bahwa air akan terus mengucur keluar dari keranjang dan membasahi tanah, layaknya hujan yang menyuburkan bumi.
Simbolisme ini kemudian diwujudkan dalam bentuk sajian utama upacara, yaitu Srabi Kocor. Makanan tradisional ini dibuat dari tepung beras dengan warna putih. Bentuknya menyerupai payudara perempuan, yang melambangkan sumber kehidupan dan kesuburan.
Makna simbolik tersebut berkaitan dengan filosofi air susu ibu. Air susu dianggap sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi sehingga anak dapat tumbuh sehat dan kuat. Dalam konteks pertanian, kucuran air susu ini dianalogikan sebagai air hujan yang menghidupi tanah dan membuat tanaman tumbuh subur.
Srabi kocor biasanya disajikan dengan juruh gula kelapa yang dituangkan di atasnya. Kucuran gula ini melambangkan derasnya aliran air hujan yang membasahi tanah pertanian. Dengan demikian, sajian tersebut menjadi simbol harapan agar sawah dan ladang warga kembali subur setelah diguyur hujan.