Menyusuri Kenangan Ki Hadjar Dewantara di Museum Dewantara Kirti Griya
- VIVA Jogja/kebudayaan.jogjaprov.go.id
VIVA Jogja - Di Jalan Taman Siswa No. 25 Yogyakarta berdiri Museum Dewantara Kirti Griya, sebuah rumah bersejarah yang dahulu menjadi tempat tinggal Ki Hadjar Dewantara.
Bangunan yang kini menjadi museum ini menyimpan ribuan koleksi peninggalan sang tokoh pendidikan, sekaligus merekam perjalanan hidup dan gagasan yang melahirkan gerakan pendidikan nasional.
Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan benda lama. Setiap sudutnya bercerita tentang perjalanan seorang tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun kesadaran pendidikan bangsa.
Museum ini berada di dalam kompleks Majelis Luhur Taman Siswa, pusat gerakan pendidikan yang pernah dirintis Ki Hadjar Dewantara pada awal abad ke-20.
Sejarah berdirinya museum ini berawal dari keinginan Ki Hadjar Dewantara sendiri agar peninggalan hidupnya dapat dijadikan sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan oleh para penerusnya dengan meresmikan museum ini pada 2 Mei 1970, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Bangunan museum memiliki nilai historis yang kuat. Rumah ini awalnya merupakan kediaman pribadi Ki Hadjar Dewantara bersama keluarganya. Bangunan tersebut telah berdiri sejak tahun 1915 di atas lahan seluas sekitar 2.720 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi.
Dari luar, rumah ini tampak sederhana, tetapi menyimpan kisah besar tentang perjalanan pemikiran pendidikan Indonesia. Memasuki ruang pameran museum, pengunjung akan menemukan berbagai koleksi yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 3.000 koleksi yang tersimpan di museum ini. Koleksi tersebut meliputi perabot rumah tangga, naskah tulisan, foto-foto lama, arsip koran, buku, majalah, hingga surat-surat pribadi yang pernah digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara dan keluarganya.
Seluruh koleksi tersebut ditata dalam beberapa ruang pameran yang disusun secara kronologis. Melalui tata pamer tersebut, pengunjung dapat mengikuti perjalanan hidup Ki Hadjar Dewantara, mulai dari masa perjuangannya sebagai tokoh pergerakan hingga pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa yang berdiri pada 3 Juli 1922.
Di museum ini, pengunjung juga dapat melihat berbagai arsip pemikiran pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya pendidikan yang memerdekakan manusia.