Kotagede, Jejak Awal Mataram: Menyusuri Kampung Tua dengan Rumah Kalang yang Ikonik

Museum Kalang Kotagede
Sumber :
  • VIVA Jogja/kebudayaan.jogjaprov.go.id

VIVA Jogja - Pagi hari di Kotagede selalu dimulai dengan langkah-langkah warga yang melintasi gang-gang tua dan jalan utama yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

img_title Liburan di PerpusKota, Anak-anak Diajak Mengenal Warisan Budaya Yogyakarta

Di antara deretan rumah kuno dan pasar tradisional, kawasan ini menyimpan cerita tentang lahirnya Kesultanan Mataram—sebuah kerajaan besar yang kelak terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta setelah Perjanjian Giyanti.

Sebagai kawasan tertua di Yogyakarta, Kotagede menyimpan lapisan sejarah yang masih dapat ditelusuri hingga sekarang. Jejak masa lalu itu tidak hanya hadir dalam cerita, tetapi juga tercermin dalam struktur fisik kawasan yang tetap terjaga.

img_title Sengketa Sewa di Kadipaten Berujung Pembongkaran Bangunan

Karakter ruang Kotagede masih dapat dibaca melalui elemen-elemen pembentuk citra kawasan kota. Mulai dari jalur utama, titik-titik aktivitas penting, hingga bangunan bersejarah yang menjadi penanda kawasan. Salah satu jalur utama atau path yang membentuk struktur kawasan adalah poros Jalan Kemasan – Jalan Mondorakan – Jalan Tegalgendu.

Selain itu terdapat pula jalur yang menghubungkan Pasar Kotagede menuju kawasan Watu Gateng. Jalur-jalur ini sejak dahulu menjadi nadi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Kotagede. Pasar Kotagede sendiri merupakan salah satu titik penting atau nodes yang menjadi pusat aktivitas warga.

img_title Soto Kemangi Unik di Kotagede: Makan Sepuasnya, Segarnya Bikin Nagih!

Pasar tradisional ini telah ada sejak masa Kerajaan Mataram dan hingga kini tetap menjadi pusat perdagangan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat setempat. Selain itu, kawasan Kotagede memiliki sejumlah penanda sejarah atau landmark yang memperkuat identitasnya.

Di antaranya bekas benteng kota, kompleks Masjid Gedhe Mataram Kotagede, kompleks makam raja-raja Mataram, rumah-rumah tradisional Jawa, serta berbagai monumen bersejarah lainnya.

Kisah Kotagede juga berkaitan erat dengan masa pemerintahan Sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, Sultan Agung dikenal memiliki perhatian besar terhadap arsitektur dan tata bangunan. Ia bahkan mendatangkan para ahli bangunan dari Bali untuk mewujudkan gagasan arsitektural kerajaan.

Para ahli bangunan ini kemudian dikenal sebagai orang Kalang, kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan tinggi dalam seni bangunan dan ukiran. Seiring waktu, mereka berbaur dengan masyarakat setempat dan membentuk komunitas yang berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial Kotagede.

Halaman Selanjutnya
img_title