Seniman Jogja Hadirkan Kebahagiaan Lewat Pameran “Orang-Orang Bahagia”
- Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Suasana Galeri Kolsani, Kolese St Ignatius, Kotabaru, Yogyakarta, dipenuhi warna dan ekspresi. Puluhan karya lukisan terpajang dalam pameran bertajuk “Orang-Orang Bahagia” yang digelar komunitas seni SAPAKU. Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang memberikan apresiasi tinggi kepada para seniman atas kontribusi mereka terhadap wajah budaya kota.
Dalam sambutannya, Hasto menekankan bahwa seniman bukan hanya pencipta karya, tetapi juga “penggembira” yang dengan tulus menyumbangkan waktu dan tenaga untuk menghadirkan energi positif bagi masyarakat. “Saya merasakan kebahagiaan dari karya-karya yang dipamerkan. Seniman Jogja ini banyak yang ikhlas meluangkan waktu untuk berkarya bersama, dan itu menular kepada kita semua,” ujarnya.
Menurut Hasto, keberadaan seniman dan tokoh budaya di Yogyakarta telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan kota. Masukan mereka tidak hanya memperkaya aspek estetika, tetapi juga memberi arah pada identitas budaya yang khas. Ia menilai bahwa wajah Yogyakarta sebagai kota budaya tidak bisa dilepaskan dari peran komunitas seni yang terus aktif berkarya.
Ketua SAPAKU, Edi Arinto, menjelaskan bahwa komunitas ini telah berdiri sejak 2005 dan kini berusia 21 tahun. Anggotanya berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari arsitek, ekonom, sosiolog, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa. “Kami merasa sudah menjadi satu kesatuan karena diikat oleh semangat yang sama, yaitu mengekspresikan diri melalui seni. Kebersamaan ini membuat kami bahagia bersama,” katanya.
Tema “Orang-Orang Bahagia” dipilih sebagai refleksi atas situasi global yang penuh tekanan. Melalui karya seni, SAPAKU ingin menghadirkan suasana yang lebih optimis dan menularkan kebahagiaan kepada masyarakat. Pameran ini dibuka untuk umum sejak 17 hingga 29 Maret 2026, dengan jeda pada 21–22 Maret bertepatan dengan Idul Fitri.
Selain pameran lukisan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan workshop seni terbuka untuk masyarakat. Workshop meliputi teknik melukis dengan cat air, gouache, pastel, hingga sesi melukis bersama. Menurut Edi, tujuan kegiatan ini bukan hanya menampilkan karya, tetapi juga berbagi pengetahuan, keterampilan, dan membangun persahabatan antara seniman dan masyarakat.