Jepara Tunjukkan Wajah Indonesia: Nyepi Dirayakan Lintas Daerah dan Keyakinan

Ogoh ogoh Bali Setinggi hampir tiga meter di arak di Jepara
Sumber :
  • Bang Yos

JEPARA, Viva.Jogja – Umat Hindu di Kabupaten Jepara memperingati Dharma Shanti Nyepi 1948 Saka di Pendopo Kartini, Minggu (12/4). Acara itu juga dihadiri Umat Hindu Se-Pati Raya yang meliputi Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan.

img_title Progres Hampir 50 Persen, Bupati Jepara Pastikan Jalan Perbatasan Jepara-Demak Tepat Waktu

Perayaan Dharma Shanti dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Kabupaten Jepara berlangsung meriah dengan penampilan ogoh-ogoh setinggi 2,5 meter. Kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan yang diikuti ratusan umat Hindu.

Mereka mengikuti rangkaian acara dengan khidmat sekaligus antusias menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh yang untuk pertama kalinya ditampilkan dalam perayaan, bertepatan dengan Hari Jadi Ke 477 Kabupaten Jepara 2026. 

img_title Gus Haiz Pimpin PPP Jepara, Pertahankan Hattrick Kemenangan dan Bidik Orang Nomor Satu Jepara

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Provinsi Jawa Tengah, Tri Wahono, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa 

Tengah Eko Pujianto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara sekaligus Penasehat Kegiatan, Sekda Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, Ketua PHDI beserta Umat Hindu Kabupaten Jepara Ngarbiyanto. 

img_title PPP Jepara Bertaruh pada Trio Gus Haiz, Agus Sutisna, dan Lusiana Hadapi Pemilu 2029

Bupati Jepara H.Witiarso Utomo (Mas Wiwit ) mengatakan, untuk

pertama kalinya, Dharma Santi Nyepi dilaksanakan di Pendopo Kartini, Kabupaten Jepara. Ini bukan sekadar perpindahan tempat acara, tetapi merupakan penanda sejarah,  bahwa Pendopo R.A. Kartini Jepara benar-benar menjadi rumah kebersamaan seluruh masyarakat, rumah yang terbuka bagi semua anak bangsa, semua agama, semua golongan, dan 

semua tradisi yang tumbuh di bumi Kartini.

"Saya tegaskan bahwa pendopo ini bukan hanya ruang pemerintahan. Pendopo ini adalah simbol bahwa 

pemerintah hadir untuk seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang keyakinan,"Ucap Mas Wiwit.

Saat mengunjungi Pura Darma Loka, Desa Plajan beberapa waktu lalu, saya mempersilakan dan 

bahkan mengundang pelaksanaan Dharma Santi Nyepi di tempat yang sangat bersejarah ini. Bahkan jika umat Budha, Katolik, Konghucu, 

hingga Penghayat Kepercayaan juga kersa merayakan hari besar agamanya di Pendopo Kartini, saya sangat senang, dan memberi ruang sama.

Menurut Mas Wiwit, semangat Dharma Santi hari ini sangat sejalan dengan ruh program Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, danReligius). Inti keduanya sama 

Halaman Selanjutnya
img_title